Jabat Tangan Rossi Kepada Marquez Dinilai Sebagai Strategi Tipu Daya

Jabat Tangan Rossi Kepada Marquez Dinilai Sebagai Strategi Tipu Daya

rossi kecewa tertinggal jauh dari marquez

Valentino Rossi (kiri) dan Marc Marquez via ligaolahraga.com

 

Sumber.com - Publik dunia penggemar ajang balap motor, MotoGP, beberapa waktu lalu telah dibuat terpukau akan aksi jabat tangan Marc Marquez dengan Valentino Rossi pada saat menjalani seri Argentina di sirkuit Termas de Rio Hondo yang berlangsung pada 31 Maret kemarin. Kedua rider yang sempat berselisih selama beberapa tahun terakhir itu memang sempat berjabat tangan usai menjalani balapan, kebetulan keduanya berhasil berada di peringkat tiga teratas dan berhak naik podium.

 

Kendati memori manis itu telah dirasakan para penggemar MotoGP di jagat raya, sebuah kabar yang kurang enak untuk didengar telah muncul ke permukaan publik. Salah satu jurnalis yang bekerta untuk surat kabar online ternama asal Spanyol, Don Balon, mengklaim bahwa jabat tangan antara Valentino Rossi dengan Marc Marquez itu dinilai sebagai sebuah strategi jebakan yang dilakukan Rossi terhadap sang rival.

 

 

Alberto Rambla menyatakan dalam artikel yang telah resmi ia rilis dengan menyatakan kalau Rossi telah mengubah strategi untuk bersaing dengan Marc Marquez dalam kompetisi di MotoGP 2019. Rambla menilai bahwa rider asal Italia itu telah mengubah dan memperbaiki kesan yang sebelumnya telah dirusak oleh Marquez di media terhadap Rossi. 

 

"Valentino Rossi telah mengubah taktiknya, pembalap Italia itu memilih mendekati Marc, mengubur genderang perang dan mengambil jalan damai," tulis Alberton Ramla seperti dikutip dari Don Balon.

 

"Itu merupakan cara serta strategi terbaik dia (Rossi) untuk mengubah dan memperbaiki kesan yang sebelumnya telah dirusak Marc di media selama ini," lanjut keterangan Rambla.

 

Lebih lanjut dalam rilisan beritanya, Alberto Rambla menyebut kalau jabat tangan itu pun diklaim olehnya sebagai pertanda kalau Rossi kembali mengibarkan bendera perang dengan Marquez di MotoGP 2019. Rider yang akrab dengan nomor motor 46 itu telah menegaskan secara tidak langsung kepada dunia bahwa ia akan menjadi rival utama Marquez dan siap bersaing ketat dalam perburuan gelar juara.

 

"Valentino datang mendekat dengan tujuan ganda, yang pertama untuk membersihkan namanya dari keraguan dalam perebutan gelar juara. Kedua untuk menaruh nama Marquez ke daftar rival utama di MotoGP 2019," klaim Rambla.

 

Usai berhasil menempati tempat kedua di MotoGP Argentina, Rossi kini semakin beringas untuk bisa kembali menaikki podium. Tak hanya sekedar naik podium saja, namun ia pun ingin merebut titel juara sebagai juara pertama di MotoGP Amerika 2019 yang akan berlangsung di Sirkuit of the Americas. MotoGP Amerika 2019 ini sendiri akan berlangsung pada Senin (15/4) dini hari WIB.