Tunggal Putri Indonesia Gagal Total di Malaysia Open 2019, Rionny Mainaky Beri Penjelasan
![]()
Gregoria Mariska Tunjung via topskor.id
Sumber.com - Tunggal putri Indonesia telah dipastikan gagal total di ajang Malaysia Open 2019. Kegagalan ini telah dipastikan menyusul dua wakil Indonesia yang dikirim ke Malaysia telah gugur dari lawan yang mereka hadapi. Gregoria Mariska Tunjung gagal mengatasi perlawanan dari juara India Open 2019, Ratchanok Intanon, di babak pertama. Grego kalah dua gim sekaligus dengan skor 12-21 dan 16-21.
Sementara itu, beberapa jam sebelumnya tunggal putri Indonesia lainnya yakni Fitriani juga harus terhenti langkahnya di Malaysia Open 2019 usai ditaklukkan pebulutangkis tunggal putri asal Korea Selatan, Sung Ji Hyun dengan skor 15-2 dan 15-21. Kekalahan Fitriani ini juga terjadi di babak pertama.
[JADWAL] R2 #MalaysiaOpenSuper750 hari Kamis (4 April) mulai pukul 12.00 WIB
— IG BARU: bulutangkisRI_ (@bulutangkisRI) April 4, 2019
[LIVE TV, start at 12.00 WIB]
? TVRI NASIONAL
? TVRI SPORT-HD
? K-VISION (TSB4)
STREAMING CEK LIKES @bulutangkisRI!
WIB = Waktu MAS - 1 jam pic.twitter.com/FyX0OU57MN
Kegagalan tunggal putri Indonesia di even bulutangkis super series di awal tahun 2019 ini tentu saja sangat disesalkan kalangan penggemar bulutangkis di tanah air. Banyak yang berharap agar sektor tunggal putri Indonesia bisa kembali bangkit dan menjadi andalan PBSI di sejumlah turnamen level internasional, termasuk menjadi sektor yang jadi tumpuan untuk mendulang gelar juara di sejumlah even penting bulutangkis.
Harapan tersebut sebenarnya mulai terbit ketika PBSI selaku Federasi Bulutangkis Indonesia telah menunjuk sosok Rionny Mainaky sebagai pelatih kepala tunggal putri PBSI. Seperti kita ketahui bersama, kalau selama ini sektor tunggal putri PBSI memang tidak memiliki sosok pelatih kepala, mereka dilatih oleh Minarti Timur yang berperan sebagai asisten pelatih.
Wakil INA di R1 #MalaysiaOpenSuper750:
— IG BARU: bulutangkisRI_ (@bulutangkisRI) April 3, 2019
Lolos ke R2:
• Ronald/Ica
• Rinov/Pitha
• Greysia/Apri
• Ketut/Rizki
• Fajar/Rian
• Kevin/Marcus
Kalah di R1:
• Alfian/Gischa
• Praveen/Melati
• Agatha/Fadia
• Yulfira/Jauza
• Della/Tania
• Tommy
• Ihsan
• Fitriani
• Grego
Menanggapi kegagalan tunggal putri di Malaysia Open 2019, Rionny Mainaky pun memberikan penjelasan. Pelatih anyar ini menilai bahwa penampilan anak asuhnya memang masih banyak yang harus diperbaiki, terutama bagi Gregoria serta Fitriani. Salah satu hal yang wajib diperbaiki oleh keduanya adalah persoalan ritme permainan yang masih sangat berantakan.
Masalah tersebut ternyata memang telah ditemukan oleh sang pelatih, beberapa hari sebelum para atlet diberangkatkan ke Malaysia. Oleh karena alasan itulah, Rionny mengatakan kalau para pemainnya memang harus melakukan sejumlah perubahan untuk membuat permainannya lebih baik lagi.
"Sebelum berangkat ke Malaysia saya sempat ketemu mereka dan latihan sebentar. Jadi sedikit banyak sudah tahu permainan mereka. Kalau penampilan tadi sudah cukup lepas," ungkap Rionny seperti dikutip Suara.com.
"Hanya saja tadi masih ada kekurangan sedikit dari mereka untuk menemukan ritme permainan. Kalau lawan seperti ini, mereka harus bagaimana. Masih ada ragu-ragu sedikit," terangnya.
Kendati begitu, Rionny Mainaky yang telah lama melatih bulutangkis Jepang ini memberikan pembelaan terhadap dua pebulutangkisnya yang dianggap sering melakukan kesalahan demi kesalahan. Untuk ke depannya, Rionny berharap agar para pemainnya bisa tampil lebih fight di lapangan dan tidak kalah speed serta pengembalian bola harus lebih diperhatikan.
"Kalau ada yang bilang mereka sering error, saya rasa tidak juga. Selesai main juga saya tanya mereka, dan mereka tahu kesalahan ada di mana," tuturnya.
"Kedepannya mereka harus tambah sedikit lagi lebih fight di lapangan, jangan kalah speed sama pengembalian bolanya harus lebih diperhatikan."
Rionny juga mengaku telah menyiapkan program latihan yang akan diberikan kepada kedua anak asuhnya. Ia juga berjanji akan melakukan sejumlah evaluasi mengenai kelemahan serta kelebihan bersama kedua anak asuhnya nanti.
"Tadi saya lihat Fitriani ada bagian yang masih ragu-ragu. Kalau Gregoria saat poin enak, dia mau memaksa. Setelah ini kami akan lihat video lagi, bagaimana kelebihan dan kelemahan lawan," pungkas adik kandung Richard Mainaky ini.
