Dianggap Kalah Bersaing dari Jepang, Rudy Hartono 'Tampar' Pebulutangkis Indonesia

Dianggap Kalah Bersaing dari Jepang, Rudy Hartono 'Tampar' Pebulutangkis Indonesia

rudy

Rudy Hartono via inews.id

 

Sumber.com - Penurunan prestasi bulutangkis Indonesia dalam beberapa sektor nampaknya mulai disadari oleh para legenda bulutangkis tanah air. Seperti diketahui, dalam beberap tahun terakhir, prestasi bulutangkis Indonesia terlihat menurun. Beberapa sektor seperti tunggal putri serta tunggal putra dianggap jadi sektor yang tengah mengalami krisis dikarenakan regenerasi yang dianggap tidak berjalan dengan baik.

 

Belum lagi, PBSI selaku Federasi Bulutangkis Indonesia tengah memiliki pekerjaan yang cukup berat pasca keputusan Liliyana Natsir yang merupakan partner dari Tontowi Ahmad yang memilih pensiun atau gantung raket di awal tahun 2019. Sepeninggal Liliyana Natsir, sektor ganda campuran dianggap tidak memiliki andalan lagi. Sementara itu, para pebulutangkis junior Indonesia saat ini masih terus digembleng dan belum mampu menunjukkan performa konsisten.

 

 

Selain prestasi bulutangkis tanah air yang dinilai telah mengalami penurunan yang cukup pesat. Bulutangkis Indonesia juga dianggap telah kalah bersaing dengan Jepang. Argumen itu turut diungkapkan oleh mantan pebulutangkis tanah air yang juga menyandang gelar sebagai legenda yakni Rudy Hartono. 

 

Menurut Rudy, di zamannya, Jepang itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Indonesia. Mereka selalu mendewa-dewakan dirinya serta para pebulutangkis Indonesia lainnya dari beberapa sektor. Namun apa yang terjadi kini, Jepang dinilai sudah jauh menyusul bahkan siap meninggalkan Indonesia. 

 

"Jepang itu dulu di zaman saya tak ada apa-apanya. Mereka bilang saya dewa, padahal saya gini-gini saja," ujar Rudy Hartono seperti dikutip dari Indosport.com.

 

Rudy juga menilai para pebulutangkis Indonesia lebih sering mengalami kekalahan saat jumpa dengan para pebulutangkis Jepang dari beberapa sektor. Terakhir kali di Kejuaraan Bulutangkis Asia 2019, pasangan ganda putra terbaik Indonesia Kevin Sanjaya/Marcus Gideon harus mengakui keunggulan pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe di pertandingan final. Minions kalah lewat dua gim sekaligus.

 

Tak ingin melihat bulutangkis Indonesia terus menerus dalam keadaan terpuruk, Rudy Hartono pun memberikan 'tamparan' serta menyemprot para pebulutangkis Indonesia. Menurut Rudy para pebulutangkis Indonesia kerapkali menunjukkan penampilan yang inkonsisten dan lebih sering dinaungi perasaan ketakutan ketika berjumpa dengan lawan. 

 

Selain itu, pria yang saat ini telah menginjak usia 69 tahun mengatakan bahwa para pebulutangkis Jepang memiliki sikap yang baik dan terkesan sangat rajin, ulet serta memiliki tingkat kedisiplinan yang cukup jauh dengan pebulutangkis Indonesia. Lebih lanjut, ia pun menyoroti para pebulutangkis Indonesia yang terkesan ngeyel ketika diberikan arahan oleh para pelatih.

 

"Sekarang kita lihat Momota, ya tapi terbukti orang Jepang itu ternyata rajin. Kalau bilang A ya A, kalau orang kita bilang A ada sampai Z-nya," timpal sosok yang pernah mempersembahkan medali emas di Olimpiade Munchen 1972 untuk Indonesia ini.