Emre Mor, 'Lionel Messi' Asal Turki yang Seringkali Melakukan Tindakan Indisipliner

Emre Mor Celta Vigo via as.com
Sumber.com - Winger Celta Vigo, Emre Mor, sempat mendapatkan pujian berkat bakat luar biasanya sebagai pemain muda. Di usianya yang kala itu masih baru 19 tahun, status wonderkid sudah disematkan kepada pemain yang lahir di Copenhagen, Denmark 21 tahun yang lalu ini. Meski lahir di Denmark, Mor ternyata lebih memilih untuk membela Timnas Turki berkat darah yang mengalir dari sang ibu.
Status wonderkid pernah disematkan kepada sosok pemain yang aktif menggunakan kaki kiri ini ketika Borussia Dortmund membelinya dari salah satu klub penghasil talenta muda berbakat asal Denmark, Nordsjaelland. Akan tetapi, satu musim setelah Dortmund membelinya pada bursa transfer musim panas 2016 dan mencoba mempromosikan sang pemain ke tim utama Dortmund, Emre Mor mulai melakukan pemberontakan terhadap pelatih Dortmund saat itu (Thomas Tuchel).
He could have been the next Messi, but his attitude got in the way. We hope it's not too late for Emre Mor. pic.twitter.com/5Zr5pLd9wE
— Oh My Goal (@OhMyGoalUS) May 23, 2019
Satu hari setelah Dortmund mengalami kekalahan dari Bayern Munchen pada Oktober 2017, pelatih Tuchel meminta para pemainnya termasuk Emre Mor untuk melakukan latihan lebih keras lagi sambil didampingi oleh pelatih fisik, Rainer Schrey. Tuchel juga menginstruksikan agar Emre mau berlatih lebih keras lagi dan meningkatkan intensitas latihannya. Namun Mor kala itu disebut telah melakukan protes terhadap Tuchel.
Tuchel lantas kehilangan akal dan berteriak kepada Mor, "Tutup mulut, tutup mulut Anda, teruskan berlatih!". Diketahui bahwa sebelumnya Tuchel juga telah memberikan pernyataan kepada petinggi klub bahwa ia merasa tak puas dengan sikap serta keinginan Mor untuk bisa promosi ke tim utama Dortmund. Karena sikapnya yang buruk dan juga sering melakukan tindakan indisipliner, klub pun sepakat memutuskan untuk melepas salah satu wonderkid-nya di bursa transfer musim panas 2017.
Celta Vigo yang merupakan salah satu klub asal Spanyol datang dan memberikan tawaran sebesar 14 juta euro kepada Dortmund untuk bisa mendapatkan Emre Mor. Saat itu, Emre Mor merupakan penandatanganan termahal sepanjang sejarah klub Celta Vigo. Mereka berani mengeluarkan dana yang cukup besar karena publik telah terlanjur mengelu-elukan sosok Emre Mor sebagai talenta berlian masa depan yang memiliki gaya permainan seperti Lionel Messi.
This isn't going to end well... bad attitude
— Nik (@NPFTW) August 29, 2017
Celta smash club record to sign Emre Mor from Dortmund https://t.co/DxrIcA6e41 via @English_AS
Akan tetapi ekspektasi yang diharapkan Celta Vigo tak sesuai dengan harapan. Penampilan Emre Mor tak juga mampu memuaskan pihak klub, di musim perdananya bersama Celta Vigo, ia memang baru saja mencoba untuk mendapatkan bentuk permainannya setelah jarang mendapatkan kesempatan tampil reguler di Dortmund. Namun, setelah berjuang keras, Mor hanya berhasil mencetak satu gol serta tiga asis dalam 23 penampilan bersama Celta Vigo.
Dalam periode yang juga belum menunjukkan perkembangan yang pesat, Mor sudah harus dibekap oleh cedera pergelangan kaki para April lalu. Tentu saja itu membuat sang pemain harus kehilangan menit bermain bersama Celta Vigo. Pada saat menjalani masa pemulihan, Mor bukannya fokus untuk menyembuhkan dirinya dari cedera. Ia justru harus melakukan tindakan aneh.
Pemain yang sudah dipercaya menjadi bagian dari Timnas senior Turki ini pernah mengunggah video yang menampilkan dirinya sedang berlari dan melompat ke kolam renang rumahnya melalui akun media sosial pribadinya. Rekaman itu tentu saja membuat para petinggi klub serta suporter Celta Vigo geram. Pasalnya, saat itu Mor sedang mengalami cedera pergelangan kaki.
Pasca kejadian itu, publik tengah menanti apakah Celta Vigo berani memberikan sanksi kepada Emre Mor atas tindakan indisipliner yang telah ia lakukan karena telah melakukan peraturan internal yang telah diterapkan oleh klub. Namun di sisi lain, kala itu Celta juga masih harus mempertahankan posisi mereka untuk bisa menunjukkan eksistensinya di La Liga pada musim depan, sehingga pihak klub masih menahan untuk memberikan sanksi terhadap Emre Mor.
