Ferdinand: Tuan Jokowi Lebih Peduli Tabung Gas Elpiji Daripada Nyawa Manusia
![]()
Foto: Jitunews
Sumber.com - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengeluh dalam akun Twitternya. Dia berkomentar soal seorang korban penjarahan 22 Mei yang diundang ke Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo. Korban bernama Ismail, 68 tahun, pemilik warung kopi dan mi rebus di perempatan Sabang, Jakarta Pusat.
Tiga tabung elpiji Ismail dijarah massa pada kericuhan yang mengakibatkannya menelan kerugian sampai Rp 20 juta. Sementara di sisi lain, tak ada korban tewas Aksi 22 Mei yang juga mendapatkan perlakuan yang sama dari pihak istana. Ferdinand meminta agar Jokowi peduli pada korban meninggal seperti dalam kasus tewasnya Petugas KPPS yang mencapai ratusan jiwa.
Tuan @jokowi , saat pidato tuan menyatakan akan menjadi presiden untuk semua. Tapi mengapa tuan lebih memilih peduli pada yang katanya korban penjarahan daripada peduli kepada korban meninggal akibat kekerasan dan Petugas pemilu yang meninggal?
— FERDINAND HUTAHAEAN (@FerdinandHaean2) May 25, 2019
Bapak tidak jujur soal pidato itu?
Ferdinand mengaku prihatin. Dia mengatakan bahwa dalam hal ini Jokowi sedang membelah rakyat, bukan menyatukan.
"Saya prihatin, sungguh prihatin melihat ini. @jokowi membelah rakyat, bukan menyatukan," kicau Ferdinand dikutip 25 Mei.
Dia juga mengatakan bahwa Jokowi lebih peduli terhadap tabung gas daripada nyawa manusia.
"Hidup dipimpin oleh presiden yang lebih peduli 2 tabung gas elpiji daripada nyawa manusia? Gila...!! Ini kegilaan...!!" sambungnya.
Lebih lanjut Ferdinand mendesak polisi untuk tidak melakukan upaya represif dan menggunakan kewenangan untuk menghentikan gejolak politik. Dia menyebut bahwa di belahan bumi manapun, upaya represif hanya akan memicu perlawanan yang lebih besar karena rakyat akan merasa ditindas.
"Tuan @jokowi tolong perintahkan Polisi untuk berhenti represif menggunakan wewenangnya menghentikan gejolak politik. Di seluruh belahan bumi, tindakan seperti itu justru semakin memicu perlawanan karena tidak ada manusia yg mau ditindas kebebasannya. Sejatinya, manusia berjiwa merdeka..!!" demikian Ferdinand.
