Gagal ke Liga Champions, Gattuso Jadikan 2 Pemain AC Milan Ini Sebagai Kambing Hitam?

Gennaro Gattuso via msn.com
Sumber.com - AC Milan telah dipastikan gagal mentas di Liga Champions pada musim baru nanti, meskipun di pertandingan pamungkas Serie A yang baru saja berakhir pada dini hari tadi, I Rossoneri berhasil memenangkan pertandingan atas SPAL dengan skor akhir 2-3. Kemenangan yang diraih oleh I Diavolo terasa sia-sia usai di laga lainnya, Inter Milan berhasil menaklukkan Empoli yang bertandang ke markas mereka, 2-1.
Full-time ?
— AC Milan (@acmilan) May 26, 2019
The Rossoneri claim all three points in Ferrara to end the season in fifth place
Tre punti a Ferrara: la stagione si chiude con il quinto posto in classifica#SPALMilan 2-3 #ForzaMilan pic.twitter.com/pXkVa5AleQ
Kemenangan yang berhasil diraih Inter Milan berhasil membawa mereka menempati peringkat empat di klasemen akhir Serie A 2018/19 dengan mengumpulkan total 69 poin, sementara itu sang rival berada di urutan kelima dengan terpaut selisih satu poin saja di bawah mereka. Inter Milan berhasil melengkapi kepingan puzzle dari klub-klub Serie A yang berhak mentas di Liga Champions pada musim baru nanti, setelah sebelumnya, Juventus, Napoli serta Atalanta sudah lebih dulu memastikan diri.
? | FISCHIO FINALE#InterEmpoli pic.twitter.com/pFkVPHekWT
— Inter (@Inter) May 26, 2019
Gennaro Gattuso yang bertindak sebagai pelatih AC Milan mengungkapkan penyesalannya terhadap penampilan dari para pemainnya. Ia menyesalkan performa timnya yang sempat tidak bisa menjaga level permainan terbaiknya dalam 3-4 bulan terakhir. Merujuk pada pernyataan yang telah dikeluarkan oleh Gattuso, seakan-akan sang pelatih telah menjadikan satu hingga dua pemain AC Milan sebagai kambing hitam dibalik kegagalan AC Milan menembus zona Liga Champions.
"Kami memilliki penyesalan terbesar karena kami tidak bisa menjaga level konsistensi dalam 3 hingga 4 bulan terakhir. Kami melalui terlalu banyak periode jelek," ujar Gattuso seperti dikutip FootballItalia.
Penampilan AC Milan memang sempat terseok-seok dan menunjukkan tak kekonsistenannya saat tampil di antara pekan ke-28 sampai 34. Dalam 7 laga yang telah mereka lalui saat itu, AC Milan hanya mampu meraih total lima poin saja dari 21 poin yang seharusnya bisa mereka raih. Dalam periode itu bahkan AC Milan menelan empat kekalahan dari para rivalnya.
Dalam periode tersebut, dua pemain AC Milan juga dinilai kerap kali melakukan kesalahan yang berujung pada melayangnya tiga poin yang seharusnya bisa mereka raih dengan mudah. Kesalahan ini terjadi di dua pertandingan penting (vs Sampdoria dan Parma). Pada saat bermain menghadapi Sampdoria, Donnarumma sempat membuat kesalahan yang cukup fatal dan membuat AC Milan gagal meraih tiga poin sempurna. Ia melakukan blunder fatal di awal-awal pertandingan baru berlangsung.
Sementara ketika menghadapi Parma, AC Milan kala itu mampu menguasai jalannya pertandingan dan unggul dengan skor 1-0. Akan tetapi, Fabio Borini saat itu melakukan kesalahan dengan melanggar pemain lawan di zona pertahanan AC Milan. Bruno Alves selaku eksekutor tendangan bebas dari Parma pun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dengan membobol gawang Donnarumma melalui tendangan bebasnya yang luar biasa.
Andai dari kedua laga tersebut, I Diavolo mampu meraih hasil maksimal, maka perolehan poin AC Milan secara keseluruhan akan mampu menyalip poin yang telah diraih oleh Inter Milan di klasemen akhir Serie A musim ini.
