Gara-gara Kecanduan PUBG, Seorang Istri di Uni Emirat Arab Minta Cerai dari Suaminya

PlayerUnknown's Battlegrounds via gamerant.com
Sumber.com - PlayerUnknown's Battlegrounds atau biasa disebut dengan PUGB merupakan sebuah permainan ber-genre battle royale, yang di mana para pemainnya bisa bermain bersamaan dengan 100 orang dalam satu tempat pertarungan. Saat ini game PUBG memang tengah digandrungi oleh seluruh masyarakat dari berbagai dunia, baik kaum pria maupun wanita.
PUBG telah dianggap menjadi media yang paling tepat untuk mengisi waktu luang serta meringankan beban pikiran di waktu senggang. Memainkan game ini tentu saja bisa menumbuhkan perasaan positif mengingat di dalam game tersebut terjadi mode tim yang bisa dimainkan hingga empat orang, selain bermain dengan mode solo.
Mereka bisa melatih kerjasama dengan saling berkomunikasi satu sama lain melalui microphone dan speaker pada gadget mereka. Game ini juga bisa melatih jiwa kepemimpinan ketika merancang sebuah strategi untuk memenangkan pertarungan tersebut.
#UAE woman seeks divorce to play #PUBG. https://t.co/moFDPNEWL4 pic.twitter.com/l01Up8youJ
— newsinind (@newsinind) May 4, 2019
Layaknya sebuah magnet yang memiliki dua kutub yang saling bertolak. Dibalik sisi positif yang dimiliki oleh gim PUBG, ternyata terdapat juga sisi negatif dari game ini, terutama bagi mereka yang sudah kecanduan. Pasalnya, gim ini telah dimainkan oleh orang-orang profesional hingga amatir.
Melansir laporan Gulf News, seorang wanita di negara Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan telah meminta bantuan Direktur Pusat Bantuan Sosial di negaranya untuk bisa bercerai dengan sang suami. Gugatan wanita ini sendiri dikarenakan sang suami yang melarang sang istri untuk bermain PUBG. Larangan itu sendiri dilakukan oleh sang suami, lantaran sang istri yang telah jadi pecandu berat dari game PUBG.
Karena tingkat kecanduan sang istri sudah berada di level tinggi, alhasil urusan rumah tangga mereka berdua pun jadi tak terurus dan berantakan. Si suami meminta istrinya untuk meninggalkan kebiasaannya memainkan game PUBG dan lebih fokus untuk berkelut dengan urusan rumah tangganya.
Sementara itu, Direktur Bantuan Sosial, UEFA, Wafa Khalid Al Hosani, membeberkan alasan seorang wanita di negaranya yang meminta bantuan untuk menceraikan sang suami yang hanya dikarenakan pada sebuah game yang berujung jadi kekerasan.
"Wanita itu membeberkan tuntutannya untuk bercerai dengan alasan bahwa dia kehilangan hak untuk memilih sarana hiburan. Ketika dia mendapatkan kesenangan dan kenyamanan dari permainan justru malah dilarang. Ini masih dalam batas, katanya, karena dia belum mengaktifkan fitur obrolan sehingga komunikasi dengan teman atau orang asing dalam bermain gim pun tidak ada," jelas Al Hosaini kepada Gulf News.
Sedangkan sang suami mengatakan bahwa keputusan untuk melarang istrinya bermain game PUBG tak berarti tergolong merampas kebebasan. Ia hanya ingin melakukan langkah antisipasi untuk menjaga keharmonisan hubungan rumah tangannya.
Sebagai informasi tambahan, seorang wanita yang mengajukan perceraian ini sendiri baru berusia 20 tahun. Banyak pihak yang beranggapan bahwa usia tersebut merupakan fase di mana setiap manusia memang sedang membutuhkan banyak hiburan termasuk berkutat dengan game online.
