Kerokan, Bisakah Sembuhkan Bule Masuk Angin?

Ilustrasi Via Blogger
Sumber.com - Masuk angin adalah gejala yang lumrah dirasakan oleh orang Indonesia. Namun nyatanya, masuk angin bisa terjadi pada siapa saja, termasuk bule. Menurut WNA atau orang bule, masuk angin sebetulnya terdiri atas berbagai gejala yang bisa dikategorikan sebagai gejala awal (masa inkubasi) “catching cold atau flu”.
Gejalanya antara lain pusing, temperatur tubuh di atas normal (tapi kita menggigil seperti demam). Perut terasa nggak nyaman (mual, seperti mabuk laut) disertai keringat dingin.
Dilansir oleh website expat.or.id, masuk angin terjadi saat badan terasa tidak enak, seperti banyak angin yang masuk ke dalam tubuh. Menyebabkan pusing, demam, bersin-bersin, suhu tubuh meningkat, mual hingga ingin muntah, berkeringat dingin dan tubuh terasa sakit semua.
Di Indonesia, selain dengan obat ada metode untuk menyembuhkan masuk angin secara tradisional, yaitu dengan kerokan. Kerokan sendiri adalah sebuah kegiatan tradisional, yang dipercaya dapat membantu mengeluarkan angin dari dalam tubuh. Caranya adalah dengan mengoleskan minyak ke seluruh tubuh, kemudian menggambar tubuh dengan menggunakan koin sampai kemerahan, di sela-sela tulang rusuk di punggung.
Bagi orang Indonesia, kita menyebut terapi sebagai kerokan, atau dikerok. Terapi ini juga dilakukan di sejumlah negara Asia. Orang China menyebutnya gua sha, orang Vietnam dan Kamboja bilang cao gio. Itu adalah praktik medis menggosok koin secara paralel di dada atau punggung.
Bagaimana jika kerokan jika dipake pada seorang bule yang masuk angin?
Matthew Raison, begitu naha bule asal Australia yang sejak beberapa bulan tinggal di Bali. Mathew tiba-tiba merasa pegal-pegal karena beraktivitas dan merasakan badannya tidak nyaman. Sang istri, Candise kemudian memesan jasa ahli pjiat melalui aplikasi. Saat datang, sang terapis menanyakan apakah Matthew ingin mengeluarkan naga di dalam tubuh.
Candise pun mempersilahkan sang terapis untuk melakukan apa saja pada suaminya. Candise dan Matthew berpikir tukang pijat ini mungkin mencoba untuk membacakan doa pada tubuh, tetapi Candise bilang,
"Saya tidak tahu apa yang Anda katakan, tetapi suami saya akan mencoba apa saja. Lakukan saja!" katanya dilansir daily mail australia.
Dia kemudian melihat ahli pijat memberi minyak pada punggung Matthew dan mulai mengukir punggung dengan koin. Ahli pijat yang menangani Matthew melontarkan canda bahwa terapi ini akan mengeluarkan 'naga merah' dari tubuh. Beberapa saat kemudian dan sampai keesokan harinya, muncul garis-garis merah di punggung Matthew membentang dari leher bagian belakang hingga tulang ekor.
Bagi dua turis ini, pijatan yang mereka dapatkan adalah sesuatu yang tidak biasa. Namun, Candise berkata suaminya merasa lebih baik pada bagian punggungnya. Kebetulan, Matthew mengeluh punya sakit punggung selama tiga tahun terakhir.
"Dia belum mengeluh sakit punggung lagi sejak (dikerok) itu," kata Candise.
Candise juga menceritakan pengalaman sang suami ketika dikerok. Matthew berbagi cerita ketika koin mulai dikerok, rasanya,
"Seperti gatal dan itu menunggu untuk digaruk, dan akhirnya ada goresan di kulit." sambungnya.
Selama beberapa hari, garis-garis merah dipunggung Matthew tidak hilang, namun dia merasakan kondisinya jauh lebih baik. Saat terasa sembuh, sang istri mengatakan bahwa suaminya sangat menikmati kerokan dan merasakan manfaatnya. Dia juga menyebut bahwa dia akan melakukan hal yang sama jika sang suami kembali masuk angin.
"Ini sesuatu yang kemungkinan besar akan dia lakukan lagi dan dia akan menikmatinya" pungkasnya.
