Pasca Kerusuhan 22 Mei, Saham Saratoga Sandiaga Meroket

Pasca Kerusuhan 22 Mei, Saham Saratoga Sandiaga Meroket

mkl 53

Foto: Repelita Online

 

Sumber.com - Aksi 22 Mei di Jakarta berakhir dengan kericuhan di beberapa titik ibukota. Mulai dari seputaran Kantor Bawaslu RI di Jalan MH Thamrin hingga aksi pembakaran belasan mobil di sekitar asrama Brimob, Petamburan, Tanah Abang.

 

Efek kericuhan pun terasa hingga sektor ekonomi. Nilai tukar rupiah akhirnya tembus ke posisi Rp14.515 per dolar AS pada perdagangan pasar spot, Rabu (22/4) siang. Dengan demikian, rupiah melemah 0,24 persen dibanding penutupan hari sebelumnya yakni Rp14.480 per dolar AS.


Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.488 per dolar AS atau melemah dibanding sebelumnya yakni Rp14.462 per dolar AS.

 

Meski dollar mengalami penurunan, Pergerakan harga saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) pada pembukaan perdagangan terpantau meroket 2,91 persen ke level Rp 3.890 per lembar saham pasca kesuruhan aksi 22 Mei 2019 kemarin.

 

Saratoga merupakan salah satu perusahaan yang dimiliki Sandiaga Uno. Berdasarkan data RTI, SRTG pada pembukaan diperdagangkan sebanyak 1.300 lembar saham, dengan frekuensi 5 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 5,06 juta. Menghijaunya saham SRTG berbeda dengan hari kemarin yang cenderung stagnan di level Rp 3.780 per lembar saham.

 

Untuk diketahui, Saratoga Investama Sedaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang investasi. Saat ini, porsi kepemilikan saham Sandiaga Uno di Saratoga yakni sebesar 21,5 persen.

 

Diketahui kerusuhan Aksi 22 Mei ber,iila dari bentrok antara peserta aksi dengan aparta di sekitar Gedung Bawaslu Selasa (21/5) malam dan berlanjut hingga meluas ke kawasan Tanah Abang pada Rabu (22/5) dini hari. Kerusuhan pun menyebar hingga je Petamburan dan Slipi.

 

Hingga saat kondisi sekitar Gedung Bawaslu masih dijaga oleh aparat, meski kondisi sudah berangsur pulih.