Reformasi Birokrasi, Jokowi Bakal Bubarkan Lembaga Yang Sudah Tidak Relevan Dengan Zaman

Foto: CNBC Indonesia
Sumber.com - Presiden Joko Widodo menyebut akan melakukan reformasi birokrasi secara bertahap, dengan alasan agar pengurusan administrasi birokrasi bisa lebih mudah. Untuk itu, Jokowi akan merampingkan struktur pemerintahan dan akan mencoret lembaga yang tak lagi sesuai dengan perkembangan zaman.
Jokowi menilai penyederhanaan lembaga mutlak diperlukan agar dapat bekerja dengan lebih efisien dan cepat sehingga meminimalisir adanya tumpang tindih kewenangan.
“Dalam lima tahun ini telah kita bubarkan 23 lembaga yang kita lihat sudah tidak relevan dengan waktu dan zaman yang ada. Ke depan saya kira masih banyak lagi nantinya lembaga-lembaga yang memang tidak kita perlukan yang akan kita hapus dan tiadakan,” kata Jokowi di acara Silaturahmi Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan buka puasa bersama anak yatim yang digelar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Minggu (26/5/2019).
Jokowi juga menyebut di periode berikutnya kepemimpinan dirinya, dia akan tetap membangun infrastruktur agar semua daerah bisa terkoneksi dengan mudah.
“Pembangunan tersebut utamanya dimaksudkan agar semakin banyak daerah atau wilayah di Indonesia yang menjadi terhubung antara satu dengan lainnya,” sambungnya.
Presiden juga berharap adanya peran serta pengusaha untuk membangun ekonomi di daerah, agar laju pertumbuhan ekonomi daerah menjadi merata.
“Ini tugasnya pengusaha melanjutkan apa yang telah dikerjakan pemerintah ini dengan membangun sentra-sentra ekonomi, pusat-pusat ekonomi, yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi kita,” tegas dia.
Jokowi juga menyinggung soal pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menurutnya merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Namun dia mengatakan bahwa pembangunan SDM bisa dilakukan setelah pembangunan infrastuktur tercukupi. Menurut Jokowi, pembangunan SDM penting agar Indonesia bosa melompat menjadi sebuah negara maju.
