Seorang Pengidap Nomophobia Bisa Mengklik Ponsel 2617 Perhari

Ilustrasi Via Blogger
Sumber.com - Di kehidupan modern saat ini, hampir semua orang memiliki gadget. Beberapa orang pun memanfaatkan beberapa fasilitas gadget itu sendiri untuk berbagai kebutuhan mulai dari urusan pekerjaan atau urusan pribadi. Namun bagaimapun penggunaan ponsel sebaiknya dibatasi, salah-salah bisa mempengaruhi kehidupan kamu.
Untuk mereka yang kecanduan dengan ponsel atau gadget tertentu, barangkali tidak akan bisa melewatkan satu hari saja tanpa memegangnya. Bahkan dia akan merasa tidak nyaman saat jauh dari ponsel. Mereka, orang yang kecanduan dengan ponsel, adalah orang yang mengalami Nomophobia.
Nomophobia adalah singkatan dari “no mobile phone phobia”, yaitu sindrom ketakutan jika tidak mempunyai (atau tidak memiliki akses ke) telepon genggam. Seorang nomophobia biasanya akan merasa cemas apabila terpisah dengan gadget miliknya. Bahkan ia bisa merasa tidak nyaman saat kehabisan baterai, kuota, pulsa, atau berada di luar jaringan.
YouGov -sebuah organisasi penelitian di Inggris- pada tahun 2010 mempelajari perilaku pengguna ponsel. Studi ini menemukan bahwa sebanyak 53% pengguna ponsel cenderung merasa cemas saat mereka kehilangan ponsel atau berada di luar jaringan internet. 66% populasi manusia telah menderita nomophobia, dengan 77% remaja usia 18-24 tahun. Dan 68% orang dewasa berumur 25-34 tahun.
Kini, penderita nomophobia sebanyak 70% wanita dan 66% laki-laki di dunia.
Rata-rata pengguna ponsel mengecek ponsel mereka sebanyak 80 kali per hari. Selain itu, mereka juga akan menggeser layar dan mengklik sebanyak 2617 kali perhari. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata pengguna ponsel adalah nomophobia. Entah sadar atau tidak.
Berikut ini adalah tanda-tanda seseorang yang mengalami nomophobia:
- merasa cemas saat baterai ponsel lemah, di luar jaringan, atau kehabisan pulsa
- tidak nyaman saat keluar tanpa membawa ponsel
- merasa tidak nyaman saat tidak bisa mengakses ponsel
- sering mengecek ponsel di tengah-tengah obrolan
- kerap mengecek ponsel hanya untuk melihat sesuatu yang update di media sosial
Nomophobia akan memaksa seseorang untuk memeriksa ponsel secara terus-menerus. Efeknya, seseorang akan memisahkan diri dari lingkungan sosialnya dan lebih fokus pada dunia maya melalui ponsel. Bukan hal yang tidak mungkin lagi jika ponsel di dekatnya menjadi distraksi besar saat sedang belajar, atau bekerja.
Selain itu, penderita nomophobia akan merasa lebih suka membuka jejaring sosial. Seringkali ia mementingkan interaksi di dunia maya dibandingkan dalam kehidupan nyata.
Berbagai penelitian telah mendapati adanya hubungan antara ketergantungan terhadap ponsel yang tinggi dan beberapa aspek seperti:
- kualitas tidur yang menurun
- depresi
- dan tingkat sosialisasi yang lebih rendah
Ada beberapa langkah untuk menghindarkan diri dari nomophobia, diantaranya;
- Banyak banyak waktu untuk mematikan ponsel dan melakukan aktivitas seperti belajar, membaca, tidur, bertemu seseorang dan lain sebagainya.
- Berbicara dengan orang lain di sekitar, baik itu teman, tetangga atau keluarga. Seringlah melakukan komunikasi dengan lingkungan sosial di dunia nyata.
- Jangan ragu mematikan medsos saat diperlukan. Bagaimanapun, informasi yang dibaca di medsos membuat seseorang tertarik untuk selalu membukanya. Padahal, informasi tersebut belum tentu terjamin kebenarannya.
- Saat diperlukan jangan ragu untuk menyimpan ponsel di rumah. Misalkan jika kamu hobi jalan-jalan, ga ada salahnya tuh keluar rumah tanpa membawa ponsel.
