Sepak Terjang Soenarko di Militer Sebelum Dipolisikan Atas Dugaan Penggelapan Senjata

Foto: Postkotanews
Sumber.com - EKs Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko diciduk kepolisian akibat dugaan penyelendupan senjata. Dia kini ditahan di Rutan Militer Guntur.
"Terkait kasus penyelundupan senjata, perlu dijelaskan tadi malam telah dilakukan penyidikan terhadap oknum yang diduga sebagai pelaku pada waktu bersamaan oleh penyidik dari Mabes Polri dan penyidik dari POM TNI. Penyidikan dilakukan di Markas Puspom TNI, Cilangkap. Hal ini dilakukan karena salah satu oknum yang diduga pelaku berstatus sipil (Mayjen Purn S)," ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi saat dimintai konfirmasi, Selasa (21/5/2019).
Sebelumnya di media sosial beredar video Soenarko melakukan ajakan berbau makar terkait aksi 22 Mei. Siapa sebetulnya Soenarko? Mengapa seruannya langsung mendapatkan perhatian dari aparat?
Lahir di Medan, Sumatera Utara, 1 Desember 1953, Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Soenarko adalah Perwira Tinggi TNI Angakatan Darat yang memiliki segudang pengalaman dan tapak karir gemilang di militer. Sebelum menduduki posisi tertingginya, Mayjen Soenarko sudah terkenal di Aceh.
Ia pernah menjabat asisten operasi Kasdam Iskandar Muda pada 2002, lalu menjadi Danrem-11/SNJ, Danrem-22, Pamen Renhabesad, Pati Ahli Kasad Bidsosbud, dan Kasdif-1 Kostrad. Akhirnya, Mayjen Soenarko mendapat posisi yang membuat namanya membumbung tinggi. Pada 12 September 2007 ia sah menjadi Komandan Jenderal Pasukan Khusus (Kopassus) ke 22.
Soenarko menggantikan Danjen Kopassus sebelumnya yakni Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquary. Ia menjabat sampai tanggal 1 Juli 2008, lalu digantikan oleh Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo. Setelah usai tugasnya sebagai Danjen Kopassus, Soenarko dianugerahi jabatan tinggi lainnya. Ia pada 2008 resmi ditunjuk sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda.
Mayjen Soenarko menggantikan Pangdam Iskandar Muda sebelumnya, yakni Mayjen TNI Supiadin AS. Pada 2009, tugas Soenarko sebagai Pangdam Iskandar Muda berakhir dan digantikan oleh Mayjen TNI Hambali Hanafia.Setelah menjabat Pangdam Iskandar Muda, Soenarko lalu menjabat sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) pada 2009 menggantikan Mayjen TNI Nartono.
Posisi itu hanya bertahan setahun, pada 2010 ia digantikan oleh Mayjen TNI Siswondo. Setelah karir militernya usai, Mayjen Soenarko juga terjun ke dunia politik. Ia pernah menjadi anggota Partai Aceh (2012-2016), lalu bergabung bersama Partai Gerindra (2012-2016) dan sejak 2017 bergabung dengan Partai Nangroe Aceh, sampai sekarang.
Riwayat Pendidikan:
- Akabri (1978)
- Sussarcab IF (1978)
- Diklapa-I (1985)
- Diklapa-II (1988)
- Seskoad (1995)
- Lemhanas (2005)
- Danton Kopassanda (1979)
- Danton-1/112/12/1 Kopassanda
- Paops Denpur-13/1 Kopassanda
- Paops Denpur-12/1 Kopassanda
- Danyonif Linud 503/Mayangkara (1993–1994)
- Dandim 1630/Viqueque
- Dandim 1627/Dili
- Dan Grup-1 Kopassus
- Irdam VI/Tanjungpura
- Asops Kasdam Iskandar Muda
- Wakil Komandan Jenderal Kopassus
- Kepala Staf Divisi Infanteri 1/Kostrad
- Komandan Jenderal Kopassus (2007-2008)
- Panglima Daerah Militer Iskandar Muda (2008-2009)
- Danpussenif (2009-2010)
- SL. Seroja
- SL. Dwidya Sistha
- SL Kesetiaan 8 tahun
- SL Kesetiaan 16 tahun.
