5 kemungkinan Alasan Conte yang Tak Menginginkan Mauro Icardi di Inter Milan

Selebrasi gol khas Mauro Icardi via dailystar.co.uk
Sumber.com - Pelatih baru Inter Milan, Antonio Conte, sudah memberikan perintah kepada manajemen klub untuk melepas Mauro Icardi ke klub lain. Eks pelatih Juventus serta Chelsea ini tampaknya tak terlalu menyukai kehadiran dari penyerang kelahiran Argentina yang pernah membela Sampdoria ini.
Menurut informasi yang berkembang, Conte bahkan telah bertemu dengan CEO Inter Milan, Guiseppe Marotta, dan merekomendasikan tiga nama yang harus dijual dengan cepat oleh klub. Nama Mauro Icardi ternyata masuk dalam salah satu kandidat tersebut.
Lantas, apa alasan yang mendasari keinginan Conte untuk bisa segera melihat kepergian Mauro Icardi dari San Siro. Tim redaksi sumber.com sudah merangkum 5 kemungkinan yang jadi alasan Conte tak menginginkan Icardi berada di skuatnya. Simak penjabaran singkatnya:
5. Perilaku Mauro Icardi
Penyerang berpaspor Argentina ini dikenal memang memiliki perilaku yang seringkali merugikan dirinya sendiri, bahkan berimbas kepada klub yang dibelanya. Perilaku penyerang berusia 26 tahun itu dinilai cukup buruk, selama berkarier sebagai pesepakbola profesional baik saat masih berseragam Sampdoria serta Inter Milan, Icardi seringkali melakukan kesalahan dari perilakunya baik di dalam maupun luar lapangan.
Icardi pernah merebut istri (Wanda Nara) dari rekan setimnya sendiri yakni Maxi Lopez. Ketika Wanda tengah menjalin hubungan dengan Maxi Lopez, Icardi hadir dalam kisah percintaan keduanya. Tentu saja hal itu merupakan masalah yang sangat besar, mengingat Icardi dan Lopez merupakan teman yang sangat dekat dan berasal dari negara yang sama.
Setelah berhasil merebut Wanda Nara dari tangan Lopez, hubungan Icardi dengan mantan idolanya sejak usia remaja pun langsung hancur dan menyebabkan perselisihan besar di antara keduanya. Kemudian pada 13 April 2014 lalu, Inter berjumpa dengan Sampdoria yang notabene merupakan mantan klub yang pernah dibela oleh Icardi.
ㅤㅤ
— Taufan Prakoso (@TaufanPR) March 18, 2018
ㅤㅤ
? Sampdoria vs Inter 0-5
26' Perisic ⚽️
30' Icardi (P) ⚽️
31' Icardi ⚽️
44' Icardi ⚽️
51' Icardi ⚽️#MauroIcardi#SampdoriaInter
ㅤㅤ
ㅤㅤ pic.twitter.com/1ZTyceTZQ5
Pertemuan kedua tim ini sempat menjadi kontroversi lantaran Icardi yang menolak berjabat tangan dengan mantan rekan-rekan setimnya ketika pertandingan babak pertama akan dimulai. Selain itu, setelah berhasil mencetak gol ke gawang eks klubnya, Icardi pun melakukan selebrasi tanpa memedulikan bahwa Sampdoria merupakan klub yang pernah membesarkan namanya. Bahkan Sinisa Mihajlovic, pelatih Sampdoria saat itu pun merasa geram dengan perilaku Icardi.
4. Hubungan dengan Suporter
Icardi scores, but chiefs of Inter hard fans tell fans not to celebrate
— Tancredi Palmeri (@tancredipalmeri) April 3, 2019
(Inter ultras released a very harsh statement against him) pic.twitter.com/4stwXFWAA5
Sebagai seorang pesepakbola pada umumnya ingin bisa menjaga hubungan yang baik dengan para suporter dari klub yang mereka bela. Namun berbeda cerita dengan Icardi yang justru harus berselisih dengan suporter garis keras Inter Milan (Ultras).
Hubungan buruk Icardi dengan Ultras Inter Milan ini bermula ketika Inter mengalami kekalahan dari Sassuolo pada Februari 2015. Icardi saat itu memberikan jerseynya kepada seorang fans cilik Inter Milan yang ada di tribun penonton. Tapi, jersey yang diberikan Icardi direbut oleh ultras Inter. Alhasil jersey tersebut pun langsung dirobek oleh seorang ultras. Ultras Inter ini menilai kalau penyebab kekalahan tim idolanya dikarenakan Icardi yang sering membuang peluang emas yang dimiliki timnya.
Sejak saat itu, Icardi pun marah dan mengingatkan agar ultrasa Inter segera meminta maaf kepada rekan setimnya di Inter. Seperti diketahui ultras Inter juga pernah tidak memberikan respek kepada pemain Inter lainnnya menurut pengakuan Icardi yang pernah ditulis dalam bukunya. Tapi pihak ultras juga bersikeras untuk tak mau minta maaf, bahkan Icardi tertangkap kamera pernah berdebat dengan ultras Inter. Penyerang Argentina itu pun mencoba meminta maaf atas tulisan dibukunya yang menyinggung ultras. Sejak saat itulah hubungan di antara keduanya tidak baik.
3. Faktor Wanda Nara
Exclusive: Wanda Nara and #Icardi jet off for holidays, cancel talks with #Inter https://t.co/Wod9lo0mIS pic.twitter.com/Y7RhOvOHxa
— CalcioMercato (En) (@CmdotCom_En) June 11, 2019
Wanda Nara yang merupakan istri sekaligus agen pemain untuk Mauro Icardi seringkali membuat keputusan yang kelewat batas. Wanita yang berprofesi sebagai model asal Argentina itu seringkali menimbulkan masalah yang terjadi di antara Inter Milan dengan sang suami.
Media Italia, calciomercato pernah mengabarkan bahwa Wanda Nara pernah terbang langsung ke London, Inggris untuk bertemu dengan perwakilan Arsenal. Saat itu kebetulan Mauro Icardi sedang terlibat masalah dengan penggemar Inter Milan, sebagian besar suporter Inter menginginkan agar ban kapten Icardi dilepas oleh klubnya.
Wanda Nara yang melihat situasi itu langsung mencoba melakukan kontak dengan klub lain dan berharap agar Icardi bisa hijrah dari Inter. Insiden itu bahkan sempat menimbulkan kontroversi di publik. Untungnya Inter saat itu memilih untuk tetap mempercayakan ban kapten kepada Icardi. Meskipun pada akhirnya, secara resmi beberapa bulan lalu, ban kapten Icardi benar-benar dilepas oleh klub
2. Tak Terpakai di Timnas Argentina
Meski dinilai cukup tajam dan berbahaya bagi lini pertahanan tim lawan. Ternyata sosok Mauro Icardi tidak terlalu dibutuhkan oleh Tim Nasional Argentina. Mulai dari era Gerardo Martino, Jorge Sampaoli hingga Lionel Scaloni. Nama Icardi selalu tidak dipanggil ketika Argentina melakoni turnamen-turnamen resmi dan penting.
Gerardo Martino mengungkap alasan mengapa tak mau memanggil Icardi, salah satu faktornya dikarenakan perselisihan antara Icardi dengan Lopez. Oleh karena alasan itu juga, sangat mudah bagi pelatih berpengalaman seperti Antonio Conte untuk tak lagi menggunakan jasa Icardi dan memilih untuk menggantikannya dengan penyerang lainnya, termasuk nama Andrea Pinamonti yang tampil gemilang bersama Frosinone serta Italia U20.
1. Dana Segar
Inter Milan pastinya membutuhkan dana segar untuk bisa berbelanja banyak pemain di bursa transfer pemain musim panas 2019. Hingga sejauh ini, sejumlah klub besar Eropa memang telah menyatakan minat mereka untuk bisa mendatangkan Icardi dari Inter. Akan tetapi, kubu I Nerazzurri sendiri masih belum mau melepas pemainnya, lantaran harga yang dibanderol tak bisa dipenuhi oleh klub peminat.
Bahkan Goal baru-baru ini mengabarkan kalau Inter Milan bersedia melakukan pertukaran antara Icardi dengan Paulo Dybala dari Juventus. Selain itu, menurut Express, Manchester United juga siap memberikan Romelu Lukaku sebagai paket transfer Icardi. Belum lagi AS Roma juga membuka kesempatan untuk melakukan pertukaran Icardi dengan Edin Dzeko.
Jika memang pada akhirnya, Icardi bisa terjual dengan banderol yang diinginkan oleh klub, maka tentu saja ini dapat mempermudah pergerakkan transfer dari Inter Milan di musim panas ini.
