Cetak Sejarah Baru untuk Timnas Inggris, Ini Kata Jordan Pickford

Jordan Pickford via tellerreport.com
Sumber.com - Tim Nasional Inggris baru saja berhadapan dengan Swiss dalam laga perebutan tempat ketiga di ajang UEFA Nations League pada Minggu (9/6) di Stadion D. Alfonso Henriques, Guimaraes, Portugal Ahad. Laga ini berjalan sangat ketat dan membuat pertandingan harus diakhiri lewat babak adu penalti.
Di babak adu penalti ini, penjaga gawang The Three Lions (Jordan Pickford) berhasil mencatatkan sejarah baru untuk Timnas Inggris. Pemain asal Everton ini Pickford tercatat sebagai kiper yang paling pertama dalam sejarah Timnas Inggris yang menjadi eksekutor tendangan penalti di sebuah pertandingan resmi. Uniknya, tak hanya dipercaya untuk menjadi eksekutor, namun Pickford juga berhasil mencetak gol melalui titik putih.
Penjaga gawang berpostur 185 cm ini juga mampu tampil apik ketika bermain menghadapi Swiss. Setelah mampu mengamankan gawang dan mencatatkan cleansheet di babak normal. Pickford juga mampu menepis satu penendang penalti Swiss, Josip Dimic. Tepisan tersebut sekaligus membuat Inggris resmi menempati peringkat ketiga di UEFA Nations League.
Jordan Pickford took that penalty like he was Ronaldo? pic.twitter.com/JkkekjAQQy
— dan (@danjavent) June 9, 2019
Usai laga berakhir, Pickford mengakui bahwa dirinya memang sudah biasa berlatih melakukan tendangan penalti. Tapi, ia tetap kaget ketika ditunjuk oleh Gareth Southgate menjadi algojo kelima di laga kemarin.
"Kami banyak melakukan latihan penalti dalam tiga pekan terakhir, sebab itu mungkin saja penting untuk laga-laga seperti ini dan setiap pemain harus memainkan perannya dengan baik ketika adu penalti terjadi," ujar Pickford seperti dilansir laman resmi UEFA.
"Pelatih pada akhir babak tambahan waktu bilang ke saya, ''penendang kelima''. Saya langsung berpikir, ''oh wow!''," lanjutnya.
Pickford juga mengaku bahwa dirinya sempat mengalami rasa gugup ketika gilirannya telah tiba. Hingga pada akhirnya ia mampu mencetak gol melalui titik putih lewat tendangan keras melalui kaki kirinya yang diarahkan ke sisi kiri dari gawang kiper Swiss.
"Saya pikir kami banyak menarik pemain seperti Harry Kane yang seharusnya menjadi algojo, namun pada akhirnya setiap orang harus melakukan tugasnya sebagaimana yang dilatih selama ini," pungkas sang pemain.
