Periode Kedua, Jokowi Siapkan Kebijakan Gila

Foto: Tribunnews
Sumber.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan hasil rekapitulasi Pilpres 2019 beberapa waktu lalu. Hasil tersebut memenangkan Paslon 01, meski hasil akhir harus menunggu keputusan dari gugatan Kubu 02 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun demikian Jokowi optimistis dirinya akan maju ke periode kedua.
Dalam lima tahun kepemimpinannya nanti, Jokowi mengaku tidak memiliki beban apa-apa. Dia pun mengatakan dirinya akan melakukan keputusan yang gula untuk kepentingan negara.
"Saya dalam lima tahun ke depan insya Allah sudah tidak memiliki beban apa-apa. Jadi keputusan-keputusan yang gila, keputusan yang miring-miring, yang itu penting untuk negara ini, akan kita kerjakan. Lagi karena saya sudah tidak memiliki beban apa-apa," kata Jokowi di hadapan aktivis 1998 dalam rembuk nasional di Hotel Sahid, Ahad (16/6).
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga membuka kemungkinan Aktivis 98 untuk diangkat menjadi bagian dari kabinet. Atau, bisa saja menjadi duta besar atau pejabat BUMN. Jokowi menilai bahwa Aktivis 98 memiliki kapasitas untuk itu.
"Bisa saja, kenapa tidak dengan kemampuan yang ada. Misalnya tidak hanya di menteri, bisa saja di duta besar. Bisa saja di BUMN tetapi selagi saya selalu melihat bahwa yang bersangkutan memiliki kapasitas dan syarat yang sering saya sampaikan," sambungnya.
Meski menolak untuk menyebut nama atau inisial kandidat kuat dari kalangan aktivis '98, Jokowi menegaskan posisi menteri harus diisi oleh pemimpin yang memiliki karakter kuat dalam mengeksekusi kebijakan. Namun pada kesempatan tersebut para hadirin yang hadir meneriakan salah satu nama aktivis 98 yang kini menjadi politisi PDIP, Adian Napitupulu.
