Agar Tak Egois, Alasan Burung Terbang Dengan Formasi 'V'

Foto: Radio.wosu.org
Sumber.com - Di langit, seringkali kita melihat kawanan burung terbang dengan membentuk formasi 'V'. Tak hanya indah, namun jika ditelusuri lebih jauh, burung-burung itu ternyata memiliki alasan kenapa membentuk formasi tersebut. Berdasarkan penelitian Royal Veterinary College, bila burung terbang dalam formasi huruf V untuk menghemat energi saat terbang atau naik ke ketinggian yang lebih tinggi.
Lebih jelasnya, saat burung terdepan dalam formasi mengepakkan sayapnya, hal itu bisa membuat pusaran angin yang memudahkan burung di belakangnya untuk terbang. Ibaratnya, setiap burung di belakang 'nebeng' aliran angin burung di depan untuk terbang.
Maka burung yang berada di posisi paling depan menjadi paling melelahkan sepanjang perjalanan. Namun ketika burung di depan tersebut sudah merasakan kelelahan, maka burung yang dibelakangnya akan mengisi posisi itu. Menurut ilmuwan, pola terbang berpasangan dalam formasi ini ikut berperan dalam meningkatkan kesuksesan terbang dalam formasi V.
Hal ini juga bisa menekan keegoisan burung, mengingat jika mereka tidak mau saling berganti posisi, kawanan akan sulit mencapai tempat tujuan mencari makan atau bertelur.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, Nature juga menunjukkan burung mengatur kepakannya saat terbang bersama. Eksperimen sebelumnya pada pelikan -- yang menguak petunjuk nyata pertama para burung untuk menghemat energi dengan terbang membentuk formasi V -- juga mengungkap bahwa detak jantung burung turun saat mereka terbang bersama membentuk formasi tersebut.
Bedanya dengan penelitian sebelumnya, hasil eksperimen terbaru melacak dan memonitor penerbangan masing-masing burung dalam kelompoknya -- merekam data posisi, kecepatan, dan arah terbang, juga tiap kepakan sayapnya.
Penelitian tersebut dimungkinkan berkat proyek konservasi unik yang dilakukan Waldarappteam di Austria yang mengembangbiakkan ibis botak dan melatih mereka untuk bermigrasi di belakang microlight. Tujuan dari proyek konservasi itu adalah mengembalikan ibis-ibis yang makin langka akibat perburuan itu ke Eropa.
Perekam data kecil yang dipasang pada burung tersebut menunjukkan, para ibis sering berganti posisi dan mengubah waktu kepakan sayap mereka untuk memberikan keuntungan aerodinamis.
"Mereka tampaknya sangat menyadari posisi burung-burung lain dalam kawanan dan mereka menempatkan diri mereka di posisi terbaik," kata pemimpin tim peneliti dari Royal Veterinary College, Dr Steven Portugal seperti dimuat BBC.
