Demokrat dan PAN Gabung Petahana, Oposisi Akan Lemah Jika Hanya Dihuni Gerindra-PKS

Demokrat dan PAN Gabung Petahana, Oposisi Akan Lemah Jika Hanya Dihuni Gerindra-PKS

benarkah koalisi prabowo sandi mulai rapuh

Foto: Merdeka

 

Sumber.com - Gelaran Pemilu 2019 telah usai. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno telah membubarkan diri. Beredar kabar bahwa beberapa partai yang tergabung bersama Kubu 02 akan hijrah ke kubu pemerintah. 

 

Partai yang diprediksi menyebrang adalah Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). Artinya, oposisi hanya menyisakan Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

 

Pengamat politik Yusa Djuyandi menilai kerangka checks and balances tidak berjalan ideal apabila hanya Gerindra dan PKS yang menjadi oposisi di parlemen.

 

"Jika oposisi hanya PKS dan Gerindra, bisa dipastikan kebijakan pemerintah akan mudah lolos di parlemen, sebab komposisinya tidak mampu mengimbangi eksekutif yang mayoritas akan didukung banyak partai," kata Yusa dilansir Kantor Berita Antara.

 

Yusa mengatakan, dalam kerangka check and balances yang baik, idealnya ada 45% kursi yang dimiliki partai nonpendukung pemerintah di parlemen.  Dia menyebut, apabila Demokrat, PAN, Gerindra dan PKS tetap menjadi oposisi dalam pemerintahan mendatang, kerangka check and balances dapat menjadi ideal.   

 

Namun situasi politik belakangan menunjukkan bahwa Demokrat dan PAN tampaknya gencar melakukan komunikasi politik dengan kubu pemerintah, sehingga Yusa menilai hanya ada dua partai yang akan tersisa di oposisi.

 

"Namun jika melihat komunikasi politik yang dibangun Demokrat dan PAN bekakangan, maka ada kemungkinan kedua partai itu bergabung ke dalam koalisi Jokowi sehingga menyisakan Gerindra dan PKS sebagai oposisi di parlemen," tegas dia.