Cerita Moise Kean Ketika Berhasil Menjelma Jadi Malaikat untuk Sang Ibunda dan Keluarga

Ibunda Moise Kean (kanan) tengah menjalani sesi wawancara via calciomercato.com
Sumber.com - Moise Kean saat ini tengah jadi topik pembicaraan teratas (Headline) di berbagai surat kabar Italia dan juga dunia. Sang pemain baru saja dilanda kasus rasisme oleh para ultras dari tim Cagliari saat ia merayakan gol kedua untuk Juventus. Atas terjadinya insiden tersebut, tentu saja para penggemar sepakbola di seluruh dunia serta para pelaku insan sepakbola ikut berkomentar dan memberikan pembelaannya terhadap Moise Kean.
Federasi Sepakbola Italia dikabarkan telah mendapatkan laporan terkait kasus rasisme yang terjadi di kompetisi sepakbola mereka. Dalam waktu dekat ini, FA Italia dilaporkan akan segera melakukan investigasi atas insiden tersebut. Mereka juga disebut tidak akan takut untuk memberikan sanksi serta hukuman berat terhadap pihak klub maupun suporter dari Cagliari yang dianggap telah mencoreng slogan fair play yang telah ditegakkan oleh FIFA.
Terkait kasus rasisme yang dialamatkan kepada Moise Kean biarkan Federasi Sepakbola Italia yang mengatasinya. Masih ada cerita unik yang layak dibahas dari seorang penyerang kelahiran, Vercelli, Italia 19 tahun yang lalu ini. Sejak memulai pertandingan debutnya bersama tim senior Juventus, Kean mampu langsung menyita perhatian publik. Pada saat bertanding menghadapi Pescara yang kala itu sukses dimenangkan oleh Juventus dengan skor 3-0. Kean sudah mampu menyabet predikat sebagai pemain kelahiran tahun 2000 pertama yang bermain di empat liga top Eropa.
Sensasi Moise Kean tak hanya berhasil dilakukan di level klub saja, ia juga berhasil melakukannya di level internasional bersama Tim Nasional Italia. Sejak memulai pertandingan debutnya di pertandingan uji coba menghadapi Amerika Serikat pada November 2018, Kean tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk bisa mencetak gol debutnya di pertandingan kompetitif pertamanya di level internasional. Golnya tersebut terjadi ketika Italia berhadapan dengan Finlandia pada Minggu (24/3/2019).
?? El mes mágico de Moise Kean:
— Christian Blasco (@ChrisBlasco3) March 30, 2019
28/02 ➡️ 19 años?
08/03 ➡️ Debut como titular en Serie A con la Juve ( Dos ⚽️⚽️)
23/03 ➡️ Debut con ??Italia de titular (y primer ⚽️)
26/03 ➡️ 2º partido con ?? y otro ⚽️
30/03 ➡️ Le da el triunfo a la Juve saliendo desde el banquillo (⚽️)
?? pic.twitter.com/dVgkPyxtQl
Kean dianggap akan jadi salah pemain tumpuan bagi skuat Gli Azzurri di masa depan, ia juga bisa bertindak sebagai penerus para striker tajam Italia seperti para pendahulunya. Selain menjadi harapan bagi Tim Nasional Italia, Kean juga rupanya telah menjelma sebagai sosok malaikat bagi sang ibu, Isabelle.
Sebelum bertanding menghadapi Cagliari, ibunda Moise Kean telah memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan kepada salah satu media ternama asal Italia, Tuttosport. Kepada surat kabar harian ternama asal Italia itu, Isabelle menuturkan bagaimana sang anak telah berhasil mengubah kehidupannya dan menjelma jadi malaikat yang benar-benar nyata.
Moise Kean's mother (Isabelle) "We had little money. Then one day Moise calls me on my way to work at 5:30 AM & says: Mom, I've a surprise. I told him: No, don't tell me you didn't sign with Juve. He replied: I did & starting today you will quit your job & live with me in Turin." pic.twitter.com/9AVa4N7X2i
— Tarek Khatib (@ADP1113) March 25, 2019
"Saat itu, kami hanya memiliki sedikit uang, lalu suatu hari Moise menghubungi saya ketika saya sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja pada pukul 05.30 pagi dan ia berkata 'Bu, saya terkejut'. Saya kemudian mengatakan kepada dirinya untuk tidak mengatakan kalau Juventus menolak untuk menandatangani dirinya. Namun Moise Kean justru memberikan jawaban kalau dirinya telah menandatangani kontrak bersama Juventus, dan meminta saya untuk berhenti dari pekerjaan saya dan tinggal bersama dengan dirinya di Turin," beber Isabelle.
"Kelahirannya merupakan Mukjizat bagi kami. Para dokter sempat mengatakan kepada saya bahwa saya tidak akan dapat memiliki anak lagi. Saya kemudian menangis dan berdoa, Giovanni (kakak laki-laki Moise Kean) juga meminta seorang adik," lanjutnya.
"Pada suatu malam saya memimpikan Nabi Musa. Dia datang untuk memberikan pertolongan kepadaku dan empat bulan berselang aku hamil lagi," kenang Isabelle.
Sebelum menetap bersama dengan Moise Kean di Turin, Isabelle telah bekerja untuk menghidupi keluarganya dengan bekerja sebagai seorang perawat. Ia seringkali bekerja dengan mengambil dua shift. Sementara itu sang ayah sibuk mengurusi bisnis pertaniannya yang berada di Pantai Gading.
