Diusir dari Lapangan, Pemain Asing Persebaya Ini Sebut Liga 1 Masih Dinaungi Mafia Sepakbola

Damian Lizio via kompas.com
Sumber.com - Dalam pertandingan lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2019 yang digelar pada Senin (1/7) kemarin yang mempertemukan Persebaya Surabaya vs Persela Lamongan, terdapat sebuah insiden yang menyebabkan salah satu pemain asing Persebaya harus diusir keluar dari lapangan lebih awal.
Pemain asing yang dimaksud adalah Damian Lizio, gelandang kelahiran Argentina itu harus menerima kartu kuning kedua pada menit 90+2 setelah sebelumnya ia diganjar kartu kuning pertama oleh wasit asal Jawa Barat, Yudi Nurcahya pada menit 86. Lizio mendapatkan kartu kuning keduanya di laga tersebut setelah sempat terlibat kontak adu fisik dengan bek Persela, M Zaenuri jelang pertandingan babak kedua akan segera berakhir.
Lizio yang saat itu mendapatkan terjangan dari pemain lawan karena ingin melakukan ancaman ke lini pertahanan Persela untuk menambah gol untuk Persebaya justru harus dihentikan dengan cara yang cukup brutal. Akan tetapi, Lizio justru harus mendapatkan kartu kuning keduanya yang berujung pada kartu merah, sementara itu Zaenuri hanya diberikan kartu kuning saja.
Cuando uno habla de MAFIA se pone a mucha gente en contra, hoy me costo una expulsión sin sentido con 2 tarjetas amarillas inventadas por el arbitro, pero lo que me deja tranquilo es que todo un país lo esta viendo y que hay que luchar siempre contra la corrupción en el futbol . pic.twitter.com/ETEYdsKSbA
— Damian Lizio (@damilizio) July 1, 2019
Saat sang pemain meninggalkan stadion dan berjalan menuju ruang ganti pemain, Lizio tampak memperlihatkan kekesalannya, ia terlihat memperlihatkan gestur mempertanyakan keputusan yang telah dibuat oleh wasit yang memilih untuk mengusirnya dari pertandingan.
Setelah pertandingan berakhir, Damian Lizio pun langsung menumpahkan seluruh kekesalannya kepada wasit Yudi Nurcahya atas keputusan yang telah dibuatnya. Dalam pernyataan resmi yang telah ia buat melalui akun resmi media sosialnya. Lizio turut menyebut mafia sepakbola yang dianggapnya masih beredar di kompetisi sepakbola tanah air, ia mengaku siap menghadapi para mafia yang memang ingin melawan dirinya.
"Ketika kamu berbicara soal MAFIA, kamu berhadapan dengan orang-orang yang melawanmu. Situasi itu hari ini yang membuat saya sia-sia diusir wasit lewat dua kartu kuning yang ia berikan. Tapi yang membuat saya tenang adalah semuanya melihat kejadian itu, dan korupsi di sepak bola harus berakhir," tulis Damian Lizio dalam akun media sosial pribadinya.
When you speak about MAFIA you put many people against you, this situation today cost me a meaningless expulsion with 2 yellow cards invented by the referee, but what makes me calm is that a whole country is watching and that corruption in football must end. pic.twitter.com/rJfVlRMKEQ
— Damian Lizio (@damilizio) July 1, 2019
Sementara itu, pelatih kepala Persebaya (Djadjang Nurdjaman) juga turut angkat bicara terkait hukuman yang diberikan kepada anak asuhnya. Djanur memberikan pembelaan dan menyatakan bahwa Lizio sama sekali tidak layak mendapatkan kartu kuning kedua, karena ia menilai pemainnya tersebut tidak bersalah.
"Terkait Lizio, saya sudah klarifikasi dengan yang bersangkutan, katanya dia tidak protes, dan tidak ngomong apa-apa, makanya dia agak heran,” kata Djanur usai pertandingan.
"Dia bilang tidak ngomong apapun kepada wasit, cuma mengangkat tangan menunjukkan kakinya yang kena benturan, kemudian dia dikasih kartu," jelas eks pelatih Persib Bandung ini.
Dalam pertandingan itu sendiri, Persebaya berhasil meraih tiga poin sempurna setelah berhasil menaklukkan Persela Lamongan dengan skor tipis, 3-2. Kemenangan itu sekaligus membawa tim berjuluk Bajul Ijo merangkak ke papan tengah klasemen Liga 1 2019 sementara dengan torehan 8 poin dari 5 pertandingan yang sudah mereka lakoni.
