League Of Legends Cina Terapkan Fitur Ini Untuk Cegah Kecanduan Game Pada Anak Di Bawah Umur, Manjurkah?

League of Legends punya cara unik untuk mencegah kencanduan game pada anak via Polygon
Sumber.com - Bukan rahasia umum lagi kalau game League of Legends merupakan salah satu permainan yang paling digandrungi oleh gamers di seluruh dunia. Namun tidak sedikit pula dari para gamers tersebut yang terlalu berdedikasi terhadap game itu dan menjadi kencanduan.
Ironisnya, hal ini tidak hanya dialami oleh gamers remaja dan dewasa, tapi juga kalangan anak-anak. Namun di Cina, pihak League of Legends melengkapi game mereka dengan fitur yang dapat mencegah anak-anak menjadi kencanduan bermain. Seperti apa fiturnya?
Dilansir dari Polygon, fitur ini akan mengeluarkan para gamers cilik yang sudah bermain lebih dari dua jam. Di negeri tirai bambu tersebut semua akun game didaftarkan dengan menggunakan KTP pemiliknya, oleh karena itu setiap game nantinya memiliki data dari setiap gamernya. Dengan memanfaatkan data tersebut, mereka bisa mengetahui mana gamers belia yang sudah terlalu lama bermain.
Riot Games working on "anti-addiction" surveillance system for League of Legends. The Chinese government has been trying to counteract “video game addiction,” by forcing them out of matches after a two-hour limit. https://t.co/PhWzQR74JH
— Joe Tidy (@joetidy) July 24, 2019
Pada awal tahun ini, organisas World Health Organization (WHO) menetapkan kalau kencanduan bermain game adalah penyakit mental yang kemudian disebut dengan "gaming disorder". Akibat ketetapan baru ini, banyak developer game yang memperketat aturan mereka terhadap gamers yang masih berada di bawah umur.
Namun jauh sebelum "gaming disorder" diperkenalkan, Cina sudah terlebih dahulu menetapkan kebijakan ketat terkait video game, seperti membatasi jam bermain player yang masih berada di bangku sekolah hingga mem-ban game-game terkenal yang dianggap akan merusak generasi muda Cina.
"Chinese players of American hits such as “League of Legends,” “Fortnite” and “World of Warcraft” are having their playtime tracked according to their national ID number." https://t.co/KFC65aqaH2
— Shalini Ramachandran (@shalini) July 23, 2019
Kecanduan bermain game kini merupakan salah satu isu yang paling mengkhawatirkan, atau setidaknya itulah yang diyakini oleh banyak orang, khususnya para orang tua. Meskipun campur tangan pemerintah dibutuhkan, peran keluarga dalam membimbing anak tetaplah menjadi faktor utama yang dapat mengendalikan kebiasaan si anak ketika bermain game.
Bagaimana menurut Kawan Sumber, apakah menurut kalian metode ini dapat menanggulangi kecanduan bermain game yang dialami oleh banyak generasi muda saat ini?
