Ngabalin: Jokowi Tak Ikut Campur Soal Ketum Golkar

Foto: BBC
Sumber.com - enaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo tidak ikut campur dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar. Menurut Ngabalin, pemilihan Ketum Golkar bisa berjalan tanpa restu presiden.
"Ini berjalan saja, berjalan alami. Jadi enggak ada lah itu menunggu restu dari presiden, saya pastikan tidak," kata Ngabalin Selasa (9/7).
Dia menegaskan bahwa istana ataupun pemerintah tidak bisa mengintervensi, apalagi harus menunggu restu Jokowi soal pemilihan Ketum Golkar. Jika terjadi intervensi maka hal tersebut ibarat membuat publik tersesat di siang bolong.
"Kalau presiden dan pemerintah mengintervensi sampai menunggu arah angin dari presiden Jokowi itu sesuatu yang publik bisa tersesat di siang bolong," sambungnya.
Ngabalin menyebut hingga saat ini dirinya merupakan kader Golkar meskit tidak terlibat langsung sebagai pengurus. Dia menyebut bahwa dirinya cukup mengetahui apa yang terjadi di internal partai. Karena alasan tersebut dia bisa memastikan bahwa pemilihan Ketua Umum Golkar tidak akan bisa dipengaruhi oleh pihak manapun, termasuk Presiden Jokowi.
"Karena itu kaitannya dengan posisi Golkar baik Munas maupun atur-mengatur sama sekali tidak ada urusannya dengan Presiden Joko Widodo," tambah Ngabalin.
Diketahui sebelumnya, beredar wacana bahwa Jokowi memberikan sinyal dukungan kepada salah satu kandidat yang bakal mengisi posisi Ketum Golkar. Hal tersebut disampaikan Ketua DPP Golkar Andi Sinulingga. Andi mengatakan bahwa siapapun yang terpilih menjadi Ketum Golkar, maka dia lah yang mendapatkan restu dari Jokowi.
"Karena kalau kita lihat restu Pak Jokowi. Siapa yang direstui Pak Jokowi saya kira itu yang akan memimpin Partai Golkar nanti," kata Andi dalam sebuah diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (7/7).
