Prihatin Melihat Kondisi Valentino Rossi, Legenda MotoGP Ini Sarankan Pensiun

Giacomo Agostini (kiri) dan Valentino Rossi via okezone.com
Sumber.com - Legenda balap motor dunia, Giacomo Agostini mengaku cukup prihatin dengan kondisi yang dialami oleh Valentino Rossi di ajang MotoGP yang tak pernah lagi meraih juara pertama di ajang balap motor paling bergengsi di dunia. Rossi memang tercatat masih mengalami puasa kemenangan di ajang ini, terakhir kali ia mampu merengkuh gelar juara pada MotoGP Belanda 2017.
MotoGP 75’ World Champion - Giacomo Agostini 1975 pic.twitter.com/64ixfi3HQg
— Oscar A Makavelli (@OscarMakavelli) June 25, 2019
Melihat kondisi yang dialami oleh Rossi telah membuat Giacomo Agostini memiliki rasa prihatin dan memberikan saran kepada Rossi untuk segera pensiun dari ajang balap MotoGP. Pada gelaran MotoGP tahun ini, rider asal Italia itu tercatat hanya berhasil naik podium juara sebanyak 2 kali, namun bukan sebagai pemenang atau peringkat 1.
Bahkan di 3 seri terakhir MotoGP 2019, rider berusia 40 tahun itu telah gagal meraih poin. Pada akhir pekan lalu, ketika berlaga di MotoGP Belanda 2019, Rossi kembali gagal finis setelah motor yang dikendarainya mengalami crash setelah menabrak pembalap LCR Honda asal Jepang, Takaaki Nakagami.
Melihat fakta tersebut, Agostini tak ragu untuk menyebut kalau Rossi sedang mengalami masa krisis. Menurutnya apa yang sedang dialami Rossi saat ini merupakan pengalaman paling buruk di sepanjang kariernya sebagai seorang pembalap. Meskipun begitu, pria yang saat ini telah berusia 77 tahun itu tetap menaruh respect kepada Rossi yang tetap mau bersikeras untuk belum mau pensiun dari ajang MotoGP walaupun usianya sudah berkepala empat.
"Ketika saya mulai tidak memenangkan balapan lagi dan menyadari bahwa maksimal hanya meraih podium kedua atau ketiga, dalam sepekan kemudian saya memutuskan untuk mundur," imbuh Agostini seperti dilansir Sportal.
"Tentu ada semacam trauma dan saya bisa membayangkan di posisi Rossi akan sangat sulit untuk memutuskan pensiun. Dulu saya bahkan menangis selama tiga hari usai melakoni balapan terakhir (sebelum pensiun)," lanjutnya.
"Kami selalu ingin menjadi nomor satu, tapi saya pikir para pesaing sekarang sangat kuat. Saya ulangi, Vale mungkin tengah dalam krisis dan mengkhawatirkan. Namun, pada akhirnya dia tetap membalap dan mencoba untuk bersenang-senang," pungkas peraih gelar juara balap motor dunia kelas 500cc sebanyak 8 kali ini.
Valentino Rossi akan berusaha bangkit dari keterpurukannya yang tak bisa meraih poin di tiga grandprix terakhir MotoGP 2019. Untuk mengawali kebangkitannya tersebut, MotoGP Jerman 2019 yang akan berlangsung di Sachsenring akan jadi awal perjalanan Rossi.
