Tunggal Putra Gagal Bersinar di Indonesia Open 2019, Legenda Bulutangkis Tanah Air Kembali Beri Kritik Tajam

Tunggal Putra Gagal Bersinar di Indonesia Open 2019, Legenda Bulutangkis Tanah Air Kembali Beri Kritik Tajam

anthony sinisuka ginting dan jonatan christie 20180830 113119

Anthony Sinisuka Ginting (kiri) dan Jonatan Christie via tribunnews.com

 

Sumber.com - Turnamen Indonesia Open 2019 memang telah berakhir dan Indonesia hanya mampu mendulang 1 gelar juara saja dari sektor ganda putra. Tak hanya itu, di babak final memang tak ada wakil lain yang mampu mengirimkan wakilnya. Sektor ganda putra Indonesia memang masih mendominasi dengan dihelatya All Indonesian Final yang mempertandingkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan vs Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon.

 

Setelah berakhirnya turnamen super series berlabel BWF Level 1000 ini dan melihat sektor lain yang sama sekali tak menyumbangkan perwakilannya di babak final telah membuat legenda bulutangkis tanah air harus angkat bicara. Rudy Hartono menyoroti performa yang ditampilkan para wakil tunggal putra Merah-Putih khususnya mereka atlet pelatnas PBSI yang tak mampu berbicara banyak ketika tampil di depan publiknya sendiri.

 

 

2 wakil tunggal putra pelatnas PBSI memang harus mengalami hasil minor saat tampil di Indonesia Open 2019 kemarin. Anthony Sinisuka Ginting harus takluk dari pemain non unggulan asal Thailand, Kantaphon Wangcharoen di babak kedua. Sedangkan langkah Jonatan Christie harus dihentikan oleh peraih gelar juara Indonesia Open 2019, Chou Tien Chen di babak 8 besar. 

 

Rudy Hartono mengaku sangat kecewa akan penampilan dari Jonatan Christei dan koleganya. Ia menilai bahwa Jojo serta Anthony seharusnya bisa menunjukkan performa yang maksimal mengingat bermain di rumah sendiri. Selain itu, ia juga beranggapan bahwa kedua pebulutangkis ini seharusnya bisa mengalahkan lawan-lawan yang di atas kertas memiliki peluang besar untuk mereka kalahkan.

 

"Dari mata saya lebih tajam penilaiannya. Bukan lagi kurang, tapi tidak bagus. Ya sekarang kenapa saya katakan tidak bagus? Sebagai tuan rumah, mereka harusnya bisa minimal masuk final atau semifinal lah. Itu baru suatu kebanggaan," imbuh Rudy Hartono sebagaimana dilansir dari Suara.com.

 

Selain itu, peraih delapan gelar juara All England di sektor tunggal putra ini menilai bahwa tunggal putra PBSI telah gagal mendongkrak citra bulutangkis Indonesia di mata internasional. Jojo dan Anthony dianggap telah gagal menunjukkan kejayaan bulutangkis Indonesia kepada dunia.

 

"Paling tidak mereka seharusnya bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa bulutangkis kita berjaya di dunia internasional."

 

"Ini yang masuk final cuma ganda putra, yang memang bukan suatu yang asing," pungkas pria berusia 69 tahun ini.

 

Gelar terakhir yang berhasil disumbangkan oleh tunggal putra PBSI di ajang Indonesia Open terjadi di tahun 2012 melalui Simon Santoso. Namun setelah Simon, tak ada lagi pebulutangkis di sektor tunggal putra yang mampu meraih gelar juara sehingga membuat Indonesia harus puasa gelar dari sektor tersebut.