Viral Aplikasi FaceApp, Betulkah Data Pengguna Dicuri?

Viral Aplikasi FaceApp, Betulkah Data Pengguna Dicuri?

FaceApp 1154480

Foto: Daily Express

 

Sumber.com - Belakangan dunia maya dihebohkan dengan kemunculan aplikasi pengubah wajah FaceApp. Aplikasi ini bisa merekayasa foto seseorang sedemikian rupa sehingga tampak lebih tua. Warganet pun beramai-ramai memasang foto mereka di media sosial melalui aplikasi ini. 

 

Namun dibalik viralnya aplikasi tersebut ternyata ada dugaan bahwa FaceApp digunakan sebagai senjata Rusia untuk mencuri data penggunanya. 

 

Chuck Schumer, pemimpin Partai Demokrat di Kongres AS, dalam sebuah surat yang diunggah ke Twitter mengaku sangat khawatir karena FaceApp menjadi alat untuk merampas data-data pribadi warga AS yang kemudian diserahkan pada "kekuatan asing yang jahat."



"Saya memiliki kekhawatiran besar soal perlindungan data yang dikumpulkan (oleh FaceApp) dan apakah para pengguna aplikasi itu tahu siapa saja yang bisa mengakses data-data mereka," tulis Schumer dalam surat tersebut seperti dilansir BBC.

 

Para pakar keamanan siber mengaku khawatir melihat popularitas FaceApp, karena aplikasi itu bisa mengambil dan mengumpulkan foto wajah orang dalam sebuah database raksasa, yang kemudian dijual ke pihak ketiga atau bahkan diserahkan ke pemerintah Rusia.



FaceApp sendiri telah membantah tudingan tersebut. Wireless Lab, perusahaan asal St Petersburg, Rusia, yang mengembangkan aplikasi tersebut mengatakan bahwa pihaknya tak menyimpan foto-foto pengguna secara permanen. Mereka mengatakan bahwa dalam 48 jam data pengguna akan dihapus dari server.

 

Kemudian Wireless menyebut bahwa meski riset bertempat di Rusia, data pengguna tidak dikirimkan ke Rusia.




"Sebagian besar foto dihapus dari server kami dalam waktu 48 jam. Meski pusat riset kami bertempat di Rusia, tetapi data pengguna tidak kami transfer ke Rusia," bunyi pernyataan Wireless Lab seperti diwartakan Techcrunch.