Anies Galau, Ingin Berantas Miras Tapi Punya Saham di Perusahaan Bir

Anies Galau, Ingin Berantas Miras Tapi Punya Saham di Perusahaan Bir

88fef5f0 657a 4aec a200 f16a13edd346

Foto: Detik

 

Sumber.com - Gubernur Jakarta Anies Baswedan memberangus 18.174 botol minuman keras ilegal yang dikumpulkan melalui razia periode Januari hingga Mei 2019. Anies mengaku ingin lebih giat dalam memberantas minuman beralkohol, namun dia terkendala karena Pemprov DKI memiliki saham di salah satu perusahaan bir. 

 

Diketahui, Pemprov DKI masih memiliki saham sebesar 26,25 persen di PT Delta Djakarta Tbk atau salah satu produsen minuman beralkohol.

 

Anies mengatakan bahwa dia memiliki rencana untuk menjual saham tersebut, namun hingga saat ini tampaknya rencana tersebut belum ada perkembangan.

 

"Belum bergerak (proses penjualan saham bir), ironis satu sisi kita memusnahkan minuman keras di satu sisi kita memiliki saham perminum kerasan," kata Anies di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019).

 

Sebelumnya wacana penjualan saham PT Delta Djakarta mengemuka sejak beberapa waktu belakangan dan memunculkan pro kontra di DPRD DKI. Anies mengaku sering mendiskusikan dengan pemprov, namun hingga saat ini belum ada titik temu. 

 

"Sudah diobrolin. Sudah, nantilah enggak usah diceritain prosesnya," sambungnya.

 

Pada masa kampanye Pilkada DKI 2017 lalu, Anies pernah berjanji ingin menjual saham di perusahaan bir tersebut. Namun tampaknya niatan tersebut tidak direstui sepenuhnya oleh anggota DPRD DKI. Padahal menurut Anies, aset sebesar 1,2 triliun di perusahaan tersebut bisa digunakan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur di Jakarta. 

 

PT Delta Djakarta merupakan pemegang lisensi produksi dan distribusi beberapa merek bir internasional. Pemprov DKI sudah menanam saham di perusahaan itu sejak 1970. Rata-rata, PT Delta menyumbang keuntungan Rp 38 miliar setiap tahun. Pemprov DKI baru saja menggabungkan kepemilikan saham atas nama Pemprov DKI dan Badan Pengelola Investasi Penanaman Modal DKI Jakarta (BP IPM Jaya) sebesar 26,25 persen.

 

Penggabungan saham itu menjadi salah satu proses untuk menjual saham Delta Djakarta.