Belum Satu Minggu Dirilis, Game Of Peace Berhasil Raup Keuntungan Hingga Milyaran Di Cina

Game of Peace, PUBG versi damai yang jadi game paling trending di Cina via Mashable
Sumber.com - PlayerUnknown's Battleground adalah game battle royale yang digemari oleh hampir seluruh orang di dunia. Namun di Cina, game ini dilarang beredar karena unsur gore dan kekerasan yang dimilikinya. Hal ini ternyata tidak membuat Tencent selaku developer kehabisan akal, yang kemudian merilis Game of Peace, game yang serupa dengan PUBG namun dengan fitur yang lebih "ramah".
Tapi siapa sangka, usaha yang sekilas tampak seperti last effort ini malah mendatangkan keuntungan besar kepada Tencent. Hanya dalam waktu hitungan hari, Game of Peace berhasil melesat menjadi salah satu game yang paling trending di Cina. Game tersebut juga sempat menempati posisi pertama sebagai game yang paling banyak di download di Play Store Cina.
PUBG Mobile Replacement in China, Game for Peace, Rakes in $14 Million in 72 Hours https://t.co/m8ZLajpaMb
— Wall Of Feeds (@WallOfFeeds) May 14, 2019
Dilansir dari Mashable, game ini berhasil meraup keuntungan sebesar 14 juta US Dollar, atau setara dengan 202 milyar Rupiah, hanya dalam waktu 72 jam setelah dirilis. Ini menunjukkan betapa antusiasnya gamer Cina terhadap game PUBG. Kendati mengalami perubahan di sana-sini, mereka sepertinya tidak keberatan dan dengan tangan terbuka menerima Game of Peace sebagai pengganti PUBG.
Adapun perubahan mencolok yang ada di game ini adalah fitur darah yang dihilangkan. Player tidak lagi akan melihat efek darah ketika mereka menembaki lawan, melainkan efek flash berwarna hijau. Lawan yang mati pun tidak lagi berubah menjadi mayat, instead ketika mati mereka akan berlutut, menyerahkan loot box nya, dan melambaikan tangan tanda menyerah sebelum akhirnya menghilang.
They changed PUBG Mobile in China to comply with stricter game violence laws. Now when you 'kill' someone they give you a loot box and wave goodbye and honestly it's just so hilariously wholesome pic.twitter.com/Q5xkrtM0MA
— Svend Joscelyne (@SvendJoscelyne) May 8, 2019
Pengamat dari Cina memprediksikan kalau Game of Peace masih akan terus meraup keuntungan, dan mampu memberikan keuntungan kepada Tencent hingga 1.48 triliun US Dollar per tahunnya. Kalau Kawan Sumber penasaran dengan Game of Peace ini, kalian bisa lihat gameplaynya di video berikut ini.
Game of Peace via YouTube/Gaming Mobile
Sejatinya Game of Peace lahir berkat kerasnya pemerintah Cina dalam melindungi generasi muda mereka dari hal-hal yang berpotensi merusak mental dan pikiran mereka. Indonesia juga memiliki kebijakan yang serupa terkait dengan video game yang mengandung unsur kekerasan, namun apakah negara kita berani untuk mengambil langkah yang sama dengan pemerintah Cina dan mem-ban game PUBG dari Indonesia?
