Gian Piero Gasperini Ajukan Syarat Bertahan di Atalanta, AC Milan dan AS Roma Siaga 1

Gian Piero Gasperini Ajukan Syarat Bertahan di Atalanta, AC Milan dan AS Roma Siaga 1

231111614 f26c1663 26b4 4f95 b126 6e8c1a86ca27

Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini via repubblica.it

 

Sumber.com - Gian Piero Gasperini berhasil menutup musim 2018/19 dengan sangat manis bersama Atalanta. Klub yang ia bangun mampu dibuatnya tampil di kompetisi bergengis Eropa, Liga Champions, di musim baru nanti. Tentu saja bagi klub berjuluk La Dea, ini merupakan capaian tertinggi dalam sejarah klub mereka. Atalanta untuk pertama kalinya akan berlaga di panggung Liga Champions.

 

Keberhasilan Atalanta yang dipastikan akan berlaga di Liga Champions tak terlepas karena hasil akhir yang mereka dulang di laga pamungkas Serie A 2018/19. Di pekan ke-38, Atalantan berhasil membungkam Sassuolo dengan skor 3-1. Kemenangan tersebut memastikan mereka menempati posisi tiga di klasemen akhir. Sementara itu, Inter Milan jadi tim terakhir asal Italia yang dipastikan lolos ke Liga Champions, namun mereka akan menjalani babak kualifikasi terlebih dahulu.

 

 

Sedangkan AC Milan, meskipun mereka sukses meraih kemenangan atas SPAL dengan skor tipis, 3-2. Akan tetapi kemenangan tersebut tidak mampu menolongnya untuk bisa lolos ke zona Champions, dikarenakan dua tim lainnya yaitu Atalanta serta Inter juga berhasil meraih kemenangan.

 

Keberhasilan Atalanta menembus zona Liga Champions rupanya tak terlepas dari kecerdikan dari seorang Gian Piero Gasperini yang merupakan pelatih kepala mereka. Gasperini merupakan sosok pelatih yang tidak kaku serta pragmatis. Ia merupakan sosok pelatih senior yang memiliki banyak formula strategi namun mengutamakan permainan menyerang (Total Football).

 

Di awal musim ini, ia seringkali menggunakan formasi 4-3-3 untuk skuat asuhannya. Namun, ketika performa anak asuhnya mulai menurun. Sang pelatih langsung menyadari bahwa ia harus mengganti formasi lainnya, tanpa harus menerapkan formasi serta strategi bertahan. Ia pun berkali-kali mencoba dua formasi baru untuk Atalanta, 3-4-2-1 dab 3-4-1-2. Hingga pada akhirnya ia mulai menggemari formasi 3-4-2-1 untuk timnya.

 

 

Kecerdikan Gasperini nampaknya telah mengundang perhatian dari sejumlah klub papan atas Italia lainnya, dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Calciomercato beberapa hari lalu sempat mengabarkan kalau AC Milan telah meminati jasa pelatih kelahiran asli Italia yang satu ini. Mereka menilai Gasperini seperti sosok Sir Alex Ferguson dengan kecerdasannya meracik formula strategi untuk klub ya ia latih.

 

Selain dikaitkan dengan AC Milan, Gasperini juga turut dirumorkan akan menyeberang ke AS Roma yang juga saat ini dikabarkan masih mencari sosok pelatih tetap untuk menggantikan Claudio Ranieri yang dipercaya untuk menjadi pelatih sementara hingga akhir musim ini. Petinggi Roma bahkan sudah siap mengirimkan perwakilannya untuk bertemu dan bernegosiasi dengan Gasperini usai Serie A musim ini berakhir.

 

Atalanta sepertinya tengah berharap-harap cemas dengan rumor yang hingga saat ini masih berhembus sangat kencang. Apalagi, usai berhasil membawa Atalanta mentas di Champions League musim depan, sang pelatih telah memberikan sinyal bahwa ia bisa saja pergi dari klub dan bergabung dengan tim Italia lainnya.

 

 

Lebih lanjut, pelatih berusia 61 ini memberikan syarat pada petinggi klub untuk membuat dirinya bisa tetap bertahan di klub yang berbasis di kota, Bergamo, Lombardi, Italia. Sang pelatih memberikan isyarat agar klub mau belanja banyak pemain berkualitas di musim panas nanti, agar tidak membuat Atalanta mempermalukan diri saat tampil di Champions League.

 

"Saya memiliki ide tertentu mengenai sepakbola dan senang jika ide tersebut bisa dibagikan serta diaplikasikan penuh. Ketika saya tiba di sini tiga tahun lalu, Antonio Percassi berhasil mendapatkan saya. Saya ingin rehat sejenak usai melatih Genoa, tetapi ide Atalanta membuat saya tertarik,” ucap Gian Piero Gasperini seperti dilansir dari Football Italia, Senin (27/5).

 

"Hal terpenting adalah kami berbagi ide yang sama. Atalanta finis ketiga dan bisa bermain di Liga Champions. Kami membutuhkan skuat yang lengkap agar tidak memalukan diri sendiri dan sepakbola Italia. Kami tidak bisa ikut kompetisi tersebut dengan strategi transfer yang buruk, lalu orang-orang bilang ini adalah tim terkuat Atalanta," tambahnya.

 

Sebelum dipercaya menangani Atalanta, Gasperini pernah menangani Inter Milan, namun karier kepelatihannya bersama klub berjuluk I Nerazzurri itu tidak berjalan dengan baik, setelah mengalami periode buruk bersama Inter dengan mengalami lima pertandingan beruntun tanpa kemenangan, termasuk empat kekalahan beruntun. 21 September 2011 pun kontrak sang pelatih resmi diputus oleh manajemen Inter.

 

Gasperini juga diketahui pernah ingin rehat sejenak dari dunia kepelatihan, setelah menangani Genoa. Namun pada saat itu, Atalanta datang dan menawarkan proyek yang cukup menggiurkan untuk dirinya, dan membuat sang pelatih tak bisa menolak pinangan tersebut.