Mengapa Makanan Agak Gosong Disukai Sebagian Orang?

Ilustrasi via grid.id
Sumber.com - Entah itu roti bakar yang kering sampai kehitaman, sate kambing yang dibakar hingga muncul kerak hitam di salah satu bagiannya, atau mungkin kue kering yang bawahnya cokelat tua nyaris tampak hangus. Apakah anda penyuka salah satu dari contoh makanan hampir gosong ini? Kalau ya, mungkin pernah mempertanyakan alasannya.
Dilansir dari WomanTalk, pada Selasa, 7 Mei 2019 dijelaskan bahwa secara ilmiah, preferensi makanan gosong ini ada penjelasan. Proses pematangan makanan hingga nyaris hangus disebut dengan reaksi Maillard atau reaksi kimia antara asam amino dan kandungan gula yang menyusut yang memberi makanan warna kecokelatan (bahkan kehitaman) dengan rasa ‘gosong’ yang khas.
"Reaksi Maillard pada makanan nyaris gosong menimbulkan aroma khas yang membangkitkan selera bagi sebagian orang. Namun, aroma ini juga ada batasannya. Kalau makanan terlalu hangus sampai hitam pekat dan tak kelihatan lagi wujud aslinya, tentu tak lagi menggugah," kata Dr. Paul Breslin dari Rutgers University.
Bagi penggemar makanan agak hangus, lanjut dia, makanan kematangan kesukaan mereka mungkin memberikan dimensi rasa yang lebih dalam ketimbang jika dimasak dengan kematangan normal. Roti bakar yang manis, misalnya, dengan adanya sedikit bagian roti yang agak gosong, rasa pahit dari bagian gosong itu menyeimbangkan rasa manis dari isian roti.
Baca juga: Stiker Yang Nempel Di Buah-Buahan Supermarket Bukan Buat Hiasan, Lho. Cari Tahu Artinya, Yuk!
Baca juga: Meski Bertubuh Kuat, Kenapa Gajah Tak Bisa Melompat?
