Cerita Mistis Dari Jalan Bahureksa Bandung dan Kabar Burung Soal Tempat Esek-Esek

Ilustrasi Via Blogger
Sumber.com - Nyaris sebuah tempat di Indonesia punya cerita mistis. Demikian halnya dengan Kota Kembang Bandung. Ada beberapa titik di kota itu yang dipercaya punya aura mistik yang kuat, diceritakan turun temurun, banyak yang percaya. Salah satunya adalah sebuah tempat yang tak jauh dari pusat kota.
Daerah tersebut, sesuai namanya, dikenal dengan nama Jalan Bahureksa. Sebuah rumah yang bernomor 15 di jalan tersebut dipercaya memiliki aura mistis yang kuat. Beberapa tahun ke belakang, tepat di depan rumah itu terpajang sebuah ambulan yang tampaknya sudah berusia tua, beberapa bagian bodi mobil terlihat rusak, lecet dimana-mana.
Meski tampak sudah tidak bisa digunakan, banyak warga sekitar yang percaya bahwa ambulan tersebut kerap berpindah posisi. Diyakini bahwa hal itu adalah ulah makhluk gaib.
Keangkeran rumah yang satu ini membuat salah satu rumah produksi berminat mengangkatnya ke layar lebar. Muncul film dengan judul tersebut: Hantu Ambulance. Kabarnya, saat pertama kali paranormal Ki Kusumo datang sebelum lokasi tersebut dijadikan tempat syuting, salah seorang kru kerasukan dan bohlam lampu kamera mendadak pecah.
Sebuah sumber menyebutkan bahwa bangunan tersebut dulunya ditinggali oleh keluarga Belanda yang mengalami nasib naas karena kecelakaan, kemudian seluruh anggota keluarga meninggal dunia. Keesokan harinya ambulans itu sudah berada di depan rumah tanpa diketahui siapa yang mengantarkannya.
Penjaga rumah pun kebingungan dan mengembalikannya ke pihak rumah sakit, namun keesokan harinya mobil ambulans itu lagi-lagi sudah berada di halaman rumah tanpa diketahui siapa pengemudi atau yang mengantarkannya. Kejadian ini pun terus menerus terjadi hingga akhirnya sang penjaga rumah memutuskan untuk membiarkan mobil ambulans tersebut terparkir di halaman rumah milik keluarga Belanda itu.
Gosip lain menyebutkan bahwa mobil ambulans itu tadinya adalah sebuah mobil mekanik yang dibeli oleh Rumah Sakit Borromeus Bandung, kemudian dimodifikasi dengan mesin baru sehingga menyerupai ambulans. Namun ketika tiba di Rumah Sakit Borromeus, ambulans ini tidak mau menyala dan akhirnya dibawa dengan mobil derek kembali ke rumah ini.
Anehnya, ketika mobil tersebut dicoba di rumah, mesin mobilnya dapat menyala dengan lancar.
Warga setempat percaya bahwa ambulan tersebut 'ogah' pindah dari tempat mangkalnya. Dikabarkan sempat beberapa kali dipindahkan, ambulan tersebut selalu kembali ke rumah itu bahkan ketika tak ada supir yang membawanya. Ada juga cerita warga yang mengaku pernah iseng memotret foto ambulan, namun ketika dibuka ada penampakan seorang wanita yang tertangkap kamera tak jauh dari situ.
Jalan Bahureksa, bisa dibilang, berada di kawasan yang angker. Dia berada diantara Jalan Banda dan Jalan Sultan Agung yang terdiri dari beberapa bangunan tua peninggalan Belanda. Ada banyak pohon rindang yang tampaknya juga sudah berumur, apabila malam hari jalanan biasanya sepi.
Jarang sekali ada orang yang lewat.
Desas-desus lain menyebutkan bahwa cerita mistis keangkeran jalan tersebut adalah mitos. Meski banyak yang percaya tentang kisah ambulan, ada juga yang meyakini bahwa cerita tersebut belum terklarifikasi kebenarannya. Katanya, keangkeran Jalan Bahureksa yang disampaikan bibir ke bibir hanyalah alibi untuk mengelabui warga.
Acapkali menjelang malam tiba, ada suasana berbeda di jalan tersebut. Seorang narasumber yang tinggal di sekitaran Gasibu mengatakan bahwa tempat itu sering digunakan sebagai transaksi esek-esek.
"Katanya sih serem, tapi kalo malem suka ada kupu-kupu (PSK) berkeliaran. Kalo buat yang bawa mobil mah bisa main disitu, orang tempatnya sepi" kata seorang narasumber yang menolak disebutkan identitasnya kepada sumber.com
Kata dia, sudah menjadi rahasia umum yang lumrah bagi para pria hidung belang untuk mencari 'mangsa' di sekitaran Jalan bahureksa. Bahkan ada yang sudah menjadi langganan, bolak-balik datang kesana.
"Udah ga aneh lah, yang langganan mah udah tahu tempat-tempat yang aman, biasanya janjian dulu." sambung dia.
Bagi para hidung belang, kata dia, cerita mistis yang identik di tempat tersebut adalah keuntungan sendiri karena orang menjadi takut untuk melewati terutama saat malam hari. Mereka jadi merasa sepi dan bebas.
"Ya kan orang ga akan berani (datang) karena takut hantu, makanya sepi." bebernya.
Narasumber itu mengatakan bahwa dirinya bekerja di salah satu perusahaan call center tak jauh dari situ dan kadang berangkat kerja atau pulang kelewat larut malam. Kata dia, dia seringkali melihat kejadian mesum, namun bagi dia hal itu sudah biasa. Bahkan dia mengatakan bahwa banyak juga pasangan yang sengaja untuk datang, cuma sekedar untuk memanfaatkan sepinya Jalan Bahureksa.
"Udah ga aneh lah, lihat mobil goyang-goyang atau yang lagi mangkal juga banyak, sering. Yang dateng udah bawa pasangan juga sering, parkir di pojokan trus pergi entah kemana. Kadang ada yang bawa motot, nyari semak-semak." akunya.
Kini, kondisi rumah ambulan di Jalan Bahureksa no 15 sudah sepenuhnya berubah. Nilai mistis yang melekat juga tak lagi bernuansa kuat. Pasalnya, rumah tersebut telah disulap menjadi distro dan sempat juga disewakan untuk dijadikan tempat cukur. Sedangkan ambulan yang sering mangkal telah berpindah kepemilikan.
Mobil yang diketahui berlogo Mercy itu telah dijual dengan harga puluhan juta rupiah.
Meski Rumah No 15 telah dirubah, namun begitu wilayah sekitar sana masih saja sepi, terutama malam hari. Hanya beberapa orang saja yang lewat, sekedar parkir beberapa jenak, menikmati keheningan malam sebelum akhirnya berlalu dan menghilang. Namun begitu masih saja ada orang yang percaya bahwa daerah tersebut punya aura mistis yang kuat.
"Yah, ga berubah. Orang masih percaya ada hantunya. Jarang ada yang berani lewat sini, kecuali mereka yang udah tahu. Cek in." pungkasnya.
