Ditinggal Kawan Digugat Mantan, PKS: Kami Tak Sendirian

Foto: Liputan6
Sumber.com - Tragis. Barangkali itu kata yang cukup untuk mewakili Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini. Setelah beberapa partai yang tergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) dikabarkan melakukan pendekatan ke kubu pemerintah, PKS memilih tetap berada di jalur oposisi.
Apalagi, Gerindra melalui Ketum Prabowo Subianto juga sempat melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Tinggal PKS kini yang belum menunjukan tanda-tanda untuk bergabung.
Menyikapi pertemuan dua tokoh nasional tersebut, PKS menilainya sebagai sebuah silaturahmi untuk kebaikan bangsa. Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS Hidayat Nur Wahid menyebut bahwa pihaknya pada dasarnya tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Kalau itu adalah silaturahim untuk kebaikan bangsa dan negara, ya monggo saja, tentu kita adalah bangsa yang mengedepankan gotong royong, mengedepankan persatuan Indonesia," kata Hidayat di komplek parlemen, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019.
Apabila nantinya Gerindra merapat ke pemerintah, PKS tak akan merasa sendirian. Kata Hidayat, masih ada wartawan dan umat yang berad di luar pemerintahan. Bagaimanapun PKS akan melaksanakan keputusan majelis syuro.
"Kalau kami nanti sendirian, kami enggak akan sendirian, karena wartawan pun bersama kami, umat juga di luar pemerintahan. Dan saya ingin mengatakan PKS akan melaksanakan keputusan majelis syuro," sambung dia.
Sementara, diketahui sebelumnya PKS juga saat ini tengah dihadapkan dengan proses hukum soal pemecatan eks kadernya Fahri Hamzah. Fakta menarik dan terbaru dari PKS ini adalah terkait akan disita paksanya aset lima petinggi PKS termasuk ketua umumnya Sohibul Iman karena kalah dari Fahri Hamzah dalam sidang.
Bahkan dari keterangan kuasa hukum Fahri tidak tertutup kemungkinan Kantor DPP PKS juga menjadi salah satu aset yang akan diambil paksa.
