Hukuman Terkait Kasus Cium Reporter Secara Sembarangan Dicabut, Kubrat Pulev Bisa Kembali ke Ring Tinju

Hukuman Terkait Kasus Cium Reporter Secara Sembarangan Dicabut, Kubrat Pulev Bisa Kembali ke Ring Tinju

5cab7c62fc7e93f7028b459d

Kubrat Pulev mencium bibir reporter Jenny Sushe via rt.com

 

Sumber.com - Selasa (23/7), Komisi Atletik California yang telah melakukan rapat bersama dengan 6 anggota eksekutif lainnya telah menyetujui untuk menerbitkan kembali lisesni bertinju dari petinju kelas berat asal Bulgaria, Kubrat Pulev. Meski begitu, komisi pengawas olahraga profesional tersebut tetap memberikan catatan, andai Pulev kembali mengulangi perbuatannya maka lisensi bertandingnya akan dicabut secara permanen.

 

"Melalui keputusan ini, kami ingin menunjukkan bahwa CSAC peduli terhadap kasus pelecehan seksual. Kami tidak akan membiarkan sekecil apapun kasus pelecehan seksual yang terjadi di komunitas olahraga,” ujar Andy Foster, Direktur Eksekutif CSAC seperti dilansir dari BBC.

 

"Kami percaya Tuan Pulev memahami efek negatif dari tindakannya terhadap Nona Ravalo, sehingga tidak akan mengulanginya lagi," tandas Foster.

 

 

Sebelumnya Kubrat Pulev telah mendapatkan hukuman berupa pencabutan lisensi bertanding oleh CSAC setelah terkena kasus mencium seorang wanita yang berprofesi sebagai seorang reproter pada saat sedang mewawancarai dirinya setelah melakoni pertandingan tinju di kelas berat menghadapi Bogdan Dinu asal Rumania. 

 

 

Saat itu, Kubret tanpa mendapatkan izin dari si reporter langsung menciumnya tepat di bagian bibir. Atas kejadian tersebut video ciuman bibir tersebut pun langsung beredar luas di jagat maya. Diketahui sebelumnya reporter wanita yang mendapatkan ciuman secara sembarangan oleh Kubrat ini bernama Jenny Sushe. Ia merupakan temannya, dan dirinya melakukan ciuman tersebut sebagai bentuk ekspresi kegembiraan setelah berhasil memenangkan pertarungan atas sang lawan.

 

Setelah kasusnya menjadi bahan perbincangan publik khususnya bagi para penggemar olahraga tinju di kawasan Amerika maupun dunia, Kubrat sempat menyampaikan permintaan maafnya kepada publik dan mengakui bahwa tindakan tersebut merupakan 100 persen kesalahan dirinya.

 

Selama sanksi bertanding sang petinju kelas berat ini belum dicabut pada bulan Juli 2019 ini, ia sempat harus absen dan tidak bisa kembali ke ring tinju di Amerika Serikat selama 5 bulan. Kini setelah lisensi baru tersebut telah kembali diterbitkan, maka Kubrat bisa kembali naik ke ring tinju dalam waktu dekat dan bertemu dengan para rivalnya.