Indra Sjafri Beri Isyarat Pemain Naturalisasi Bisa Bela Timnas Indonesia di SEA Games 2019

Indra Sjafri Beri Isyarat Pemain Naturalisasi Bisa Bela Timnas Indonesia di SEA Games 2019

s3h5gwaqhnsfqq3s2ssc

Indra Sjafri saat memimpin latihan skuat Timnas Indonesia U23 via kumparan.com

 

Sumber.com - Pelatih kepala Tim Nasional Indonesia, Indra Sjafri sudah melakukan persiapan jelang bergulirnya perhelatan SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Manila-Filipina pada November mendatang. Sebagai langkah awal persiapan, coach Indra telah memanggil total 26 pemain untuk menjalani pemusatan latihan di Jakarta yang akan digelar mulai 20 hingga 31 Juli 2019. Pemusatan latihan ini akan digelar di Stadion Madya Senayan.

 

Dalam pemanggilan yang dilakukan oleh sang pelatih terdapat sejumlah wajah serta nama-nama baru yang sebelumnya bahkan belum pernah dipanggil untuk mengikuti tahap seleksi pemain. Seluruh pemain yang dipanggil oleh sang pelatih rata-rata berdasarkan pemantauan para pemain di bawah usia 23 tahun yang bermain di Liga 1 2019. 

 

"Pada pemusatan latihan kali ini kami memanggil banyak pemain baru. Selain itu, pemain yang belum banyak mendapatkan menit bermain di kompetisi kami juga panggil. Untuk pemaim baru, kami panggil berdasarkan pemantauan tim pelatih saat kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2019," ungkap Indra Sjafri sebagaimana dilansir laman resmi PSSI.

 

"Pemain yang terpilih pada pemusatan latihan perioden Juli dan Agustus nanti akan melengkapi 40 pemain yang akan kami daftarkan saat pendaftaran pemain SEA Games 2019. Proses entry by name dilakukan tanggal 2 September mendatang," timpal sang pelatih.

 

Pemain bertahan PSIS Semarang, Tegar Infantrie, penjaga gawang dari Semen Padang, Rendy Oscario merupakan dua dari beberapa nama wajah baru lainnya yang kali ini diberikan kesempatan oleh coach Indra untuk menjalani pemusatan latihan sambil menjalani seleksi. Selain itu ada juga 2 nama pemain yang berasal dari klub Liga 2, Persewar Waropen yakni Krismon Wombaibobo dan Samuel Balinsa.

 

 

Pelatih Timnas U23 Indonesia ini juga telah memberikan isyarat bahwa pemain berlabel 'Naturalisasi' bisa saja memperkuat tim asuhannya saat berlaga di SEA Games 2019 mendatang. Indra beranggapan bahwa semua putra terbaik bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk bisa bermain di skuatnya, termasuk mereka para pemain naturalisasi.

 

"Saya pasti pilih yang terbaik, pasti yang terbaik. Kalau sekarang enggak ada istilah naturalisasi, bukan naturalisai lagi. Dia saya pikir sudah WNI. Beto sudah WNI, kan? Yang saya enggak mau itu, saat saya pegang, saya minta naturalisasi, 'tolong dong naturalisasi, saya kurang striker', itu yang saya enggak mau. Tapi sekarang dia kan sudah WNI. Diskriminasi dong kalau saya gak panggil dia. Jadi, jangan salah mengartikan, ya," beber Indra Sjafri.

 

Di ajang SEA Games 2019 nanti, Ketua Olimpiade Filipina, Federasi Sepakbola Filipina serta AFF telah menyepakati regulasi baru yang memperkenankan negara pesera menyertakan para pemain senior mereka. Nantinya setip tim akan diizinkan untuk mendaftarkan dua pemain senior dari 23 skuat utama yang dikirimkan ke Filipina. 

 

Setelah mengetahui regulasi baru yang terdapat pada pasal 3 ayat 3 yang berbunyi "untuk sepak bola putra, hanya atlet kelahiran 1 Januari 1997 (usia 22 tahun dan di bawahnya), dan hingga dua pemain kelahiran sebelum 1 Januari 1997 yang memenuhi syarat." Coach Indra pun mengaku akan mendaftarkan lima pemain seniornya yang kemudian beberapa di antaranya akan kembali diseleksi kembali olehnya.

 

"Yang jelas kami akan daftarkan lima pemain senior di tanggal 2 September. Dan saya pikir, saya tidak perlu melakukan pemanggilan untuk latihan, untuk melakukan itu, karena mereka umumnya main secara reguler, main terus di Liga 1," sambung Indra.

 

"Hampir semua posisi kita ambil. Ada yang striker, gelandang, dan belakang," pungkasnya.