Jelang Semifinal Piala Dunia Wanita 2019, Skuat Lionesses Dimata-matai Timnas Amerika Serikat

Skandal spygate di Piala Dunia Wanita 2019 via foxsports.com.au
Sumber.com - Phil Neville selaku pelatih Lionesses (julukan Timnas Wanita Inggris) marah besar setelah mengetahui informasi bahwa ada mata-mata asal Amerika Serikat yang telah memata-matai persiapan yang dilakukan skuatnya di hotel tempat mereka menginap jelang menghadapi semifinal Piala Dunia Wanita 2019. Seperti diketahui kedua kesebelasan akan saling berjumpa pada Rabu (3/7) dini hari WIB.
Seperti laporan yang dinukil dari The Sun, dua delegasi Amerika Serikat memperoleh akses ke area pribadi Timnas Inggris di dalam Fourviere Hotel, Lyon, Prancis yang mana pada saat itu anak asuh Neville sedang menjalani sesi latihan.
Lionesses fury after USA staff were spotted in private areas of England Hotel https://t.co/QJRYqv0r0F
— Sun Sport (@SunSport) June 30, 2019
Setelah mengetahui bahwa sesi latihan yang di mana sang bos Inggris itu telah menyiapkan strategi dan formasi yang akan diterapkan pada laga semifinal nanti sudah dimata-matai oleh orang yang tak dikenal, Neville pun langsung menyampaikan kemarahannya melalui awak media.
"Itu bukan etiket yang bagus. Itu bukan sesuatu yang akan saya izinkan dari organisasi kami. Kami berlatih dan mereka ada di hotel kami. Itu bukan sesuatu yang kami lakukan, mengirim seseorang berkeliling ke hotel tim lain dan itu bukan sesuatu yang saya ingin saya lakukan sebagai seorang pelatih. Saya justru berpikir 'Apa yang mereka lakukan?' Ini bukan etiket, kan?" Kata Neville.
Dalam laporan surat kabar elektronik harian asal Inggris tersebut. Para mata-mata diketahui telah menjalankan misinya pada Minggu (30/6). Sementara itu, Staf tim Inggris tidak tahu apakah orang Amerika telah mengakses salah satu ruang pertemuan di mana pesan rahasia dan informasi taktis ditampilkan.
Setelah skandal 'Spygate' ini diketahui dan telah menjadi headline di sejumlah media massa Inggris. FA selaku Federasi Sepakbola Inggris juga turut angkat bicara dan mereka telah memutuskan untuk tidak membuat keluhan resmi ke FIFA, tetapi FA telah menyatakan kemarahannya atas perlakuan yang dilakukan oleh Amerika dengan mengirimkan dua delegasi mereka yang tidak mengenakan pakaian resmi agar bisa diidentifikasi, sehingga mereka terlihat memang seperti perwakilan resmi FA.
Pelatih Amerika Serikat, Jill Ellis mengklaim kalau kedua wanita yang dianggap telah memata-matai skuat Lionesses memberikan klarifikasi atas terjadinya insiden tersebut. Ellis menegaskan kalau kehadiran dua delegasi AS tersebut hanya dalam misi pengecekan ke hotel saja mengingat negara manapun yang akan melaju ke final, maka mereka akan menginap di Fourviere Hotel di hari Minggu akhir pekan mendatang.
"Saya akan menganggap semua orang melakukan hal tersebut. Anda harus memiliki merencanakan ke depan. Satu-satunya orang yang pergi adalah administrator tim dan bosnya," ucap Jill Ellis.
"Itu tidak ada hubungannya dengan kelancangan yang ditunjukkan oleh Timnas Wanita AS. Ini bagian dari perencanaan dan persiapan tim," tutupnya sambil memberikan penegasan.
Selain Inggris dan Amerika Serikat yang akan saling bertemu di pertandingan semifinal pada tengah pekan nanti, dua negara lainnya juga akan saling berjumpa. Belanda akan melakoni pertandingan kontra Swedia. Lieke Martens dan kawan-kawan tentunya wajib mewaspadai kekuatan dari Swedia, mengingat di perempat final kemarin, Stina Blackstenius dan kawan-kawan secara mengejutkan berhasil mengalahkan Jerman dengan skor 1-2.
Belanda berhasil melangkahkan kakinya dengan berlaga di semifinal usai menaklukkan perlawanan sengit dari Italia. Anak asuh Sarina Wiegman berhasil mengalahkan sang lawan dengan skor 0-2 yang masing-masing gol dicetak oleh Vivianne Miedema serta Stefanie van der Gragt.
