Petronella Ekroth Sebut Tim Sepakbola Wanita Juventus Seperti Penjara Karena Tak Boleh Bahas Kasus Pemerkosaan Ronaldo

Petronella Ekroth Sebut Tim Sepakbola Wanita Juventus Seperti Penjara Karena Tak Boleh Bahas Kasus Pemerkosaan Ronaldo

ronaldo petronella ekroth

Petronella Ekroth (kiri) mantan pemain tim wanita Juventus via noticias.com.pt

 

Sumber.com - Pesepakbola wanita kelahiran Swedia, Petronella Ekroth baru-baru ini berani angkat bicara ke publik dan mengatakan bahwa tim sepakbola wanita Juventus seperti sebuah penjara dikarenakan para pemainnya tak boleh membahas mengenai gosip tentang kasus pemerkosaan yang dilakukan salah satu penggawa tim sepakbola pria Juventus yakni Cristiano Ronaldo.

 

Seperti yang sudah banyak diberitakan sebelumnya seorang perempuan bernama Kathryn Mayorga menuduh Ronaldo telah memperkosa dia di sebuah hotel di Las Vegas saat keduanya bertemu pada 2009. Kathryn Mayorga melaporkan Ronaldo karena dianggap telah memperkosanya setelah sempat berkenalan di sebuah klub malam. Kejadian ini terjadi tak lama setelah Ronaldo dibeli Real Madrid dari Manchester United. 

 

Meskipun adanya tuduhan tersebut telah dibantah secara tegas oleh Cristiano Ronaldo, akan tetapi kasus pemerkosaan yang terjadi di olahraga sepakbola ini secara tidak langsung telah mengganggu fokus dan konsentrasi Ronaldo saat sedang bertugas bersama dengan klubnya (Juventus). 

 

 

Petronella Ekroth yang saat ini sudah tak lagi berstatus sebagai pemain Juventus telah membeberkan bagaimana cara Juventus menutupi kasus pemerkosaan yang diduga telah dilakukan oleh Ronaldo. Pihak klub telah melarang seluruh pemain tim wanita Juventus untuk membicarakan kasus pemerkosaan yang beberapa waktu lalu telah menerpa Ronaldo.

 

Pesepakbola wanita berusia 29 tahun tersebut pun merasa bahwa selama keberadaannya di Juventus FC Women selama 1 musim selayaknya tinggal di penjara karena merasa ia bersama para pemain Juventus lainnya merasa dibungkam dan dipaksa untuk selalu berpihak dengan keputusan klub.

 

"Dengan cara ini, kamu menjadi sangat tertutup dan saya merasa bahwa pendapatku sendiri mungkin menghilang. Anda benar-benar berpihak dengan Juventus, dan harus membela apa yang mereka anggap benar dan salah," ungkap Petronella Ekroth seperti dilansir Expressen.

 

"Saya mencoba melihat hal-hal dengan perspektif yang lebih luas, meningkat sebagai pemain bola dan sebagai manusia. Pada akhirnya saya benar untuk tetap tinggal, bahkan jika ada beberapa hal aneh yang terjadi. Visi saya tentang bagaimana memperlakukan orang berbeda dengan mereka," lanjutnya.

 

"Saya tidak berpikir pemain wanita asing diperlakukan seperti wanita Italia. Ada situasi di mana saya kadang bertanya-tanya apakah saya menggunakan Candid Camera. Lalu saya terbiasa."

 

"Saya mengerti bahwa ada berbagai cara untuk mengelola berbagai hal, tetapi beberapa di antaranya tidak baik. Kami dilarang berbicara tentang kasus ini. Kami tetap diam dan kami tidak bisa menyebutkannya. Satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah menjaga profil rendah dan bekerja menuju nilai-nilai klub."

 

"Anda dapat menunjukkan satu sisi mata uang, tetapi ada banyak lagi yang masih tersembunyi, hal-hal yang sayangnya tidak dapat dibicarakan, diperlihatkan, dan sebagainya. Kamu sangat terbatas dalam banyak hal. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan dan yang lain tidak, yang tidak baik. Saya merasa seperti kehilangan bagian diriku. Itu sulit," pungkas pesepakbola berambut blonde tersebut.

 

Di musim baru nanti, pemain yang berposisi sebagai seorang pemain bertahan ini sudah tidak akan lagi menggunakan jersey Juventus. Pemain kelahiran Askim, Swedia ini telah memutuskan untuk bergabung dengan tim sepakbola wanita Djurgarden. Bisa jadi salah satu alasan kuat yang membuat dirinya pergi meninggalkan Juventus dikarenakan kehidupan yang terlalu dikekang oleh klubnya, sehingga ia tak memiliki kebebasan untuk berpendapat.