Yuk Vakansi ke 'Desa Grafiti' di Taiwan, Desa Penuh Mural yang Meringankan Kesepian Lansia

Foto via malaymail.com
Sumber.com - Sebuah desa di Taiwan, desa Ruan Chiao hampir tak memiliki bahkan sudah ditinggalkan oleh anak-anak muda. Warga lansir yang kesepian pun akhirnya menggunakan mural penuh warna untuk menarik hati wisatawan.
Terletak di kaki bukit yang tertutup kabut di pegunungan, desa Ruan Chiao tak memiliki anak muda di sana. Namun seniman Wu Tsun-hsien membujuk 'generasi Instagram' datang untuk mengubah rumah-rumah lokal para manula di sana menjadi kanvas penuh warna.
"Desa ini penuh dengan orang-orang tua," keluh pria berusia 55 tahun itu, dilansir Malaymail, Sabtu, 27 Juli 2019.
Dia pun menjelaskan bagaimana sebagaimana besar anak muda, termasuk anak-anaknya sendiri telah pindah ke kota, membuat penduduk lanjut usia di desanya tak berdaya dan kesepian.
Namun, keadaan berkata lain saat rumah-rumah lansia berubah menjadi lukisan mural yang instagramble dan mulai membawa wisatawan terutama mereka pengunjung muda selalu tertarik untuk berswafoto di desa mereka.
"Gambar-gambar ini menarik banyak wisatawan untuk datang dan berkunjung. Orang-orang tua yang ditinggalkan di sini tidak lagi bosan. Ini adalah pencapaian terbesar saya," katanya.
Wu tidak sendirian dalam mengadopsi strategi ini. Sekarang ada sekitar setengah lusin yang disebut "desa grafiti" di Taiwan yang telah dihiasi dengan karya seni dalam upaya untuk kembali menghidupkan pedesaan-pedesaan yang telah ditinggalkan anak-anak muda.

Foto via voanews.com
Seperti banyak tempat industri, transformasi ekonomi di Taiwan yang luar biasa selama beberapa dekade terakhir ini telah menjungkirbalikkan masyarakat pedesaan dan meninggalkan kehidupan di desanya.
"Ini mungkin fenomena yang lebih baru daripada yang terjadi di beberapa tempat lain. Orang-orang menjahit pakaian boneka Barbie di rumah mereka dan membawanya ke pabrik pengemasan," kata Shelley Rigger, seorang ahli di Taiwan di Davidson College di North Carolina, yang mengatakan banyak dari manufaktur industri Taiwan tinggal di desa-desa.
Diketahui bahwa sebanyak 23 juta penduduk Taiwan adalah mereka yang masuk dalam kategori lansia. Dalam hal ini, tingkat kelahiran menurun drastis - hanya 180.000 anak yang lahir tahun lalu, angka terendah sepanjang delapan tahun terakhir.
Istri Wu, Fan Ai-hsiu menjelaskan upaya mereka untuk menarik wisatawan terutama anak muda, bukanlah untuk mendatangkan uang. Namun demi membahagiakan kaum lansia di desa mereka.
"Mereka ingin melakukan percakapan dengan orang-orang, itu yang mereka lewatkan. Ini bukan tentang uang," kata Fan.
Baca juga: Para Traveler, Ini Tips Cegah Masalah Perut Biar Liburanmu Tetap Happy
Baca juga: Termasuk Tujuh Keajaiban Dunia Baru, Sudah Tahu Siapa yang Mendesain Taj Mahal?
