Bocah Perempuan Berusia 10 Tahun Ini Jadi Manusia Termuda yang Sukses Menaklukkan Tebing Ikonik El Capitan

Selah Schneiter via kticradio.com
Sumber.com - Beberapa hari lalu, jagat dunia telah dihebohkan oleh aksi dari seorang bocah yang berasal dari Amerika Serikat bernama Selah Schneiter. Anak perempuan yang baru menginjak usia 10 tahun itu berhasil menciptakan sejarah dalam dunia panjang tebing. Selah berhasil mencatatkan namanya menjadi manusia termuda yang berhasil menaklukkan tebing ikonik El Capitan di Taman Nasional Yosemite.
10-year-old Selah Schneiter becomes the youngest climber on record to make it to the top of "The Nose" route on El Capitan—one of the most challenging and infamous vertical rock formations in Yosemite. https://t.co/McUQ7v7tF0 pic.twitter.com/9BVHPJh0dK
— ABC News (@ABC) June 18, 2019
Melansir laporan TODAY, Selah yang berasal dari Colorado mampu memanjat rute "The Nose" setinggi 900 meter atau 3000 kaki bersama dengan sang ayah yang juga merupakan pemanjat tebing profesional serta berpengalaman serta satu orang teman dari keluarganya. Mereka melakuka aktivitas untuk menaklukkan tebing tersebut selama lima hari. Setelah berhasil menaklukkan tebing ikoni tersebut, Selah langsung merayakan pencapaiannya dengan menyantap Pizza.
Selah ternyata memang seringkali diajak mendaki oleh sang ayah, bahkan ketika usianya masih kecil. Ia merupakan anak tertua dari empat bersaudara. Keluarga besar Selah merupakan penggemar panjang tebing, tak ayal kalau di rumah tempat ia tinggal, terdapat panjang tebing mini yang ada di dinding rumah mereka.
Aksi Selah Schneiter saat memanjat tebing via youtube/CGTN
Pendakian yang dilakukan oleh Selah ini sebenarnya bisa dikategorikan sangat ekstrem, mengingat pada tahun 2018 kemarin, dua pendaki berpengalaman terjatuh saat mereka mencoba untuk melakukan pendakian di El Capitan. Sang ayah mengungkapkan bahwa Selah sempat mengalami syok setelah ia berhasil mencapai puncak tebing granit tersebut dan kemudian putrinya tersebut menangis.
"Dia mengaku itu adalah air mata bahagia pertamanya. Kami kelelahan setelah mendaki selama lima hari dan berkemah malam itu, tetapi dia kembali seperti anak kecil dan ingin memeriksa apa saja, menjelajah nyaris seperti tak terjadi apa-apa," ujar Schneiter.
Selama pendakian, sang ayah mengajak Selah untuk membicarakan mengenai dunia dan kehidupan. Hal itu dilakukan untuk memberikan suasan santai kepada putrinya. Schneiter mengaku bahwa panjat tebing merupakan bagian besar dari kehidupan keluarganya. Ia juga bertemu pertama kali mantan kekasih yang saat ini telah menjadi istrinya saat memanjat El Capitan.
Usai berhasil menaklukkan salah satu tebing tertinggi yang terkenal tersebut, kini Selah berjanji akan memberikan motivasi kepada adik lelakinya yang saat ini masih berusia 7 tahun untuk bisa memiliki mental baja untuk mendaki tebing agar bisa mengikuti jejak dirinya dan sang ayah.
